Selasa, 28 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Serbuan Tawon di Tol Cipularang, Alarm Penurunan Kualitas Lingkungan

Hilangnya vegetasi dapat mengurangi ketersediaan tempat berlindung sehingga mendorong koloni tawon mencari habitat alternatif.

Kamis, 5 Maret 2026
A A
Ilustrasi serbuan tawon pada kereta api yang lewat. Foto skyvictor79/pixabay.com.

Ilustrasi serbuan tawon pada kereta api yang lewat. Foto skyvictor79/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Meski struktur jembatan memberikan perlindungan optimal bagi tawon, keberadaan kawanan dalam jumlah besar di ruang publik berpotensi membahayakan manusia. Sengatan tawon dapat memicu reaksi alergi, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat kepanikan pengendara.

Ramadhani melihatnya sebagai dua sudut pandang, apakah sebagai ancaman yang harus dikendalikan, atau bukan suatu masalah besar manusia sehingga dapat dibiarkan.

“Ujungnya kembali pada sudut pandang manusia. Apakah fenomena ini dipandang sebagai ancaman atau tidak. Jika sudah berpotensi membahayakan, tentu perlu dimitigasi,” ujar dia.

Keberadaan populasi tawon yang besar di sekitar lokasi juga membuka peluang terjadinya peningkatan jumlah koloni dalam waktu singkat. Keputusan mitigasi perlu mempertimbangkan tingkat risiko terhadap keselamatan publik.

Baca juga: Desain Kota Pesisir Berbasis Iklim Berpotensi Turunkan Suhu hingga 2 Derajat Celsius

Manusia tidak bisa sepenuhnya mengontrol pergerakan tawon. Namun, mitigasi masih dapat dilakukan, misalnya dengan membuat struktur tertentu menjadi tidak nyaman bagi tawon melalui pendekatan teknologi atau penggunaan senyawa kimia yang aman dan terkendali.

Selain itu, perbaikan kualitas lingkungan sekitar dan menjaga keberadaan musuh alami tawon, seperti burung juga menjadi faktor penting dalam pengendalian populasi secara alami.

Melalui fenomena ini, Ramadhani mengajak masyarakat untuk lebih bijak memaknai fenomena alam yang tidak biasa.

“Wajar jika manusia merasa takut. Tapi selama mereka tidak diganggu dan tidak menimbulkan bahaya besar, kita sebenarnya bisa hidup berdampingan,” pesan Ramadhani.

Pada akhirnya, fenomena seperti ini mengingatkan, bahwa infrastruktur manusia sering kali dibangun di atas ruang hidup makhluk lain. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Kelompok Keilmuan Manajemen Sumber Daya Hayati Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITBKoloni TawonKualitas LingkunganTol Cipularang

Editor

Next Post
Ilustrasi anak gajah da induknya. Foto cocoparisienne/pixabay.com.

Kematian Anak Gajah di Tesso Nilo, Pakar Ingatkan Bahaya Pasang Jerat Bagi Satwa Liar

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media