Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Status Gunung Api Iya Waspada, Letusan Bisa Akibatkan Longsoran ke Laut

Jumat, 18 Oktober 2024
A A
Lokasi gunung Iya di Kabupaten Ende, NTT. Foto Magma Indonesia.

Lokasi gunung Iya di Kabupaten Ende, NTT. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status gunung api Iya di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur. Sebab berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental Gunung Iya menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas serta potensi ancaman bahayanya.

“Jadi tingkat aktivitas Gunung Iya dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada), terhitung mulai tanggal 17 Oktober 2024 pukul 08.00 WITA,” ujar Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid di Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2024.

Wafid menjelaskan, peningakatan status ini tercermin dari adanya peningkatan jumlah kegempaan baik kegempaan vulkanik dalam dan tektonik lokal. Masyarakat diminta waspada apabila terjadi gempa tektonik dengan magnitude besar di sekitar Gunung Iya karena akan mempengaruhi aktivitas vulkaniknya.

Baca Juga: Sedimentasi Laut Perairan Morodemak Dimanfaatkan dengan Alasan Rehabilitasi 

Gunung ini dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunung Iya di Jalan Ikan Paus, Tewejangga, Kelurahan Paupanda, Kabupaten Ende. Berdasarkan catatan kegempaannya periode 1 Agustus 2024 hingga 16 Oktober 2024 menunjukkan kegempaan Vulkanik Dalam dan Tektonik Lokal terekam meningkat signifikan dibandingkan kegempaan pada 1 – 31 Juli 2024.

Peningkatan kegempaan ini mengindikasikan ada peningkatan tekanan dalam tubuh Gunung Iya akibat meningkatnya aktivitas magmatic. Akibatnya, memicu munculnya gempa-gempa dangkal dan dapat menyebabkan terjadinya erupsi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gunung IyaKabupaten Endekarakteristik letusanPos Pengamatan Gunung Apistatus Waspada

Editor

Next Post
Ilustrasi pengerukan sedimentasi di perairan pesisir. Foto Dok. KKP.

KKP akan Adopsi Pengelolaan Sedimentasi Laut Perairan Morodemak di Pesisir Lain

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media