Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sumber Air Sekitar Kawah Ijen Tercemar Fluorida, Gigi Warga Kuning dan Keropos

Banyak masyarakat di sana yang tidak menyadari bahaya tersebut karena sifatnya yang alami dan tidak terlihat secara kasat mata.

Sabtu, 8 November 2025
A A
Dosen ITB, Andy Yahya Al Hakim, memberikan sosialisasi di Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, 15 September 2025. Foto Tim PPM/ITB.

Dosen ITB, Andy Yahya Al Hakim, memberikan sosialisasi di Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, 15 September 2025. Foto Tim PPM/ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada indikasi pencemaran unsur Fluorida (Fluor) pada sumber-sumber air yang digunakan masyarakat sehari-hari di sekitar kawah Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Air kawah Ijen yang bersifat sangat asam (pH < 1) mengalir melalui Sungai Kalipait dan berpotensi merembes ke mata air, air tanah, dan sungai yang dimanfaatkan warga.

“Dikabarkan terjadi perubahan dari gigi masyarakat, baik itu menguning maupun keropos, akibat adanya pengaruh dari sumber geogenik tersebut,” ujar mahasiswa sarjana Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Muhammad Havid Noor Hidayat.

Sementara banyak masyarakat di sana yang tidak menyadari bahaya tersebut karena sifatnya yang alami dan tidak terlihat secara kasat mata.

Baca juga: Klaim dan Janji-janji Indonesia di Forum Iklim Global COP30 Belém

Atas dasar riset awal itu, Tim multidisiplin ITB melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) serta Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat di kawasan UNESCO Global Geopark Ijen.

Kegiatan bertajuk “Delineasi Pencemaran Kimia dari Sumber Geogenik dan Edukasi Berbasis Teknologi di UNESCO Global Geopark Ijen” ini bertujuan memetakan potensi pencemaran air alami sekaligus memberdayakan komunitas pendidik lokal dengan teknologi pembelajaran inovatif.

Program yang diinisiasi Andy Yahya Al Hakim dari Teknik Pertambangan ITB ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada akhir Juli 2025 difokuskan pada survei lapangan dan pengambilan sampel air di Kecamatan Ijen.

Baca juga: Jejak Perubahan Iklim Masa Silam di Indonesia dan Dunia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kabupaten Banyuwangikawah Gunung IjenLPPM ITBUNESCO Global Geopark Ijen

Editor

Next Post
Berperahu menuju Pulau Pamujan di Desa Domas, Kabupaten Serang, Banten. Foto Dok. ITB.

Pulau Pamujan, Punya Tutupan Mangrove Asri Tetapi Terancam Abrasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media