Selasa, 17 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknik Biokonversi Maggot BSF Jadi Solusi Sampah Olahan Dapur di Yogyakarta

Selama ini, sampah-sampah organik yang dihasilkan dari dapur rumah tangga terabaikan. Padahal sampah ini lebih cepat menimbulkan polusi dan penyakit. Apa solusinya?

Kamis, 22 September 2022
A A
Suasana kandang maggot di Kricak, Kota Yogyakarta, 21 September 2022. Foto Dok. Forum Komunikasi Winongo Asri

Suasana kandang maggot di Kricak, Kota Yogyakarta, 21 September 2022. Foto Dok. Forum Komunikasi Winongo Asri

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Setidaknya, 760 ton sampah perhari masuk ke TPST Piyungan. Sebanyak 58,8 persen berupa sampah organik yang antara lain berasal dari limbah rumah tangga. Persoalannya, penampungan sampah di TPST Piyungan sudah melebihi kapasitas. Sudah berulang kali warga di sana protes dengan menutup TPST itu akibat pencemaran lingkungan yang berdampak bagi warga sekitarnya. Padahal, sampah organik bernilai ekonomi melalui maggot alternatif pakan ternak.

Lantas, mau dibuang ke mana sampah-sampah nantinya saat TPST Piyungan kelak ditutup?

Aktivis lingkungan sekaligus Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA), Endang Rohjiani dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com, 21 September 2022 mengungkapkan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dan swasta untuk mengurangi sampah. Salah satunya, membangun bank sampah dan TPS3R. Upaya tersebut berupa memilah sampah anorganik yang memiliki nilai jual.

Baca Juga: Dewi Apri Astuti: Black Soldier Fly Penghasil Pakan Ternak Lebih Sehat dan Murah

Sementara, sampah-sampah organik belum banyak digarap. Padahal sumber pencemaran udara dan penyakit berasal dari sampah organik, khusunya sampah olahan dapur (SOD). Sampah ini lebih cepat membusuk, menimbulkan bau, sehingga memunculkan lalat hijau sebagai sumber penyakit.

Lantas apa solusi bagi sampah-sampah organik ini?

Inovasi masyarakat mengolah sampah organik telah dilakukan, seperti membuat komposter, Takakura ,ember tumpuk, eco enzyme. Namun belum maksimal mengurangi volume sampah organik. Sementara yang dibutuhkan dalam mengurai persoalan sampah adalah menyelesaikan sampah dari hulu hingga hilir.

“Dan kami mengolah sampah organik dengan biokonversi maggot BSF (Black Soldier Fly),” kata Endang.

Baca Juga: Kolaborasi EDGc dan GSTC Mengolah Sampah Plastik Menjadi Material Struktur

Keunggulan Maggot BSF

Ada sejumlah keunggulan yang menjadi alasan Endang dan pengelola kendang maggot Kota Yogyakarta itu memilih maggot BSF. Pertama, maggot BSF dipilih karena kecepatannya dalam mengurai sampah. Setidaknya 10 ribu maggot mampu mengurai dua kilogram sampah organik dalam waktu 24 jam

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bank sampahBlack Soldier FlyBSFlalat hijaumaggotpakan ternaksampah anorganiksampah olahan dapursampah organikSODteknik biokonversi

Editor

Next Post
Ilustrasi penyakit Parkinson. Foto AnnyksPhotography/pixabay.com

Waspadai Parkinson Akibat Hidup di Kawasan Limbah Industri

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media