Minggu, 1 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknik Geodesi UGM Petakan Area Terdampak Gempa Cianjur dengan Pesawat Nirawak

Tim Teknik Geodesi UGM kembali diterjunkan di daerah bencana, yakni di Cianjur untuk memetakan area terdampak kerusakan gempa di sana.

Selasa, 13 Desember 2022
A A
Tim Teknik Geodesi UGM memetakan area terdampak gempa Cianjur. Foto ugm.ac.id

Tim Teknik Geodesi UGM memetakan area terdampak gempa Cianjur. Foto ugm.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim dari Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Fakultas Teknik UGM berhasil memetakan area terdampak gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Pemetaan dilakukan menggunakan GNSS tipe Geodetic dan pesawat nirawak/UAV VTOL P330 pada 7-9 Desember 2022. Alat tersebut dilengkapi sensor kamera dengan resolusi 40 Mp dan sensor portable Lidar.

“Kegiatan ini untuk memetakan dampak kerusakan bangunan dan fasilitas umum akibat gempa, menganalisis pergerakan tanah, penentuan area relokasi hunian warga,” jelas Ketua Tim, Ruli Andaru dalam siaran pers UGM yang disampaikan pada 13 Desember 2022.

Pemetaan dilakukan secara ekstra terestrial, yaitu melakukan pemotretan udara dengan wahana UAV secara fotogrametris. UAV yang diterbangkan memiliki kapasitas baterai 30.000 mAh dengan kemampuan terbang selama 100 menit dan cakupan area pemotretan seluas 1.500 hektare. Targetnya, area seluas 5.000 hektare dapat dipetakan dalam kurun waktu dua hari. Beberapa spot area juga akan dilakukan penyiaman dengan teknologi Lidar untuk mendapatkan data permukaan topografi atau surface yang lebih detil.

Baca Juga: Peringati Hari Nusantara, Indonesia Harap Wujudkan Visi Poros Maritim Dunia 2023

“Tapi baru terpetakan sejumlah 1.500 hektare saja, karena ada kendala teknis maupun non teknis,” ungkap Ruli.

Kendala dominan yang dialami di lapangan adalah faktor cuaca dan juga pergerakan pesawat udara (helicopter) di sekitar lokasi untuk transportasi logistik. Kondisi tersebut menyebabkan slot penerbangan UAV TRC FT UGM menjadi terbatas. Namun area yang berhasil dipotret telah mampu memberikan gambaran kondisi terkini pasca gempa. Selanjutnya akan diproses dan dibuat tampilan visualnya dalam sebuah peta foto dan peta garis.

“Dengan kemampuan pembentukan permukaan terain secara 3D, gambaran elevasi dan tingkat kelerengan tanah dapat diukur secara teliti,” papar Ruli.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gempa CianjurGNSS tipe Geodetic dan pesawat nirawak/UAV VTOL P330memetakan area terdampak gempa Cianjurpemotretan udarasensor kameraTeknik Geodesi UGMUGM

Editor

Next Post
BNPB melaporkan kerusakan dampak gempa Karangasem, Bali dengan magnitudo 5,2 yang terjadi pada Selaa, 13 Desember 2022. Foto BNPB.

Data Kerusakan Dampak Gempa Karangasem Bali

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi mekanisme terbentuknya bencana longsoran di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi Imam Achmad Sadisun/ITB.Begini Mekanisme Aliran Lumpur Saat Longsor Bandung Barat
    In IPTEK
    Jumat, 30 Januari 2026
  • Tiga petani di Pino Raya di Bengkulu Selatan dikriminalisasi. Foto Dok. Walhi.Petani Korban Penembakan di Pino Raya Dikriminalisasi
    In News
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Kawasan Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor. Foto KLH/BPLH.Longsor Bandung Barat, KLH Sebut Ada Kerapuhan pada Struktur Tutupan Lahan
    In Lingkungan
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Pakar Gempa Bumi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto researchgate.net.Gayatri Marliyani, Kemungkinan Aktivitas Sesar Opak Akibat Tekanan dari Gempa Pacitan
    In Sosok
    Rabu, 28 Januari 2026
  • Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Pemicu Ketidakstabilan Cuaca
    In News
    Rabu, 28 Januari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media