Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi ForeINTiFlood Ungkap Tiga Titik Rawan Jalur Masuk Rob di Pekalongan

Menggunakan prinsip "the present is the key to the past", yakni metode dalam geomorfologi untuk memahami proses alam dengan merekonstruksi kejadian historis melalui data masa kini.

Selasa, 12 Agustus 2025
A A
Identifikasi jalur rob di Pekalongan dengan teknologi ForeINTiFlood. Foto Dok. BRIN.

Identifikasi jalur rob di Pekalongan dengan teknologi ForeINTiFlood. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Akhmad Arifin, Solusi Permukiman di Daerah Banjir Ekstrem Harus Kembali Menjadi Hutan

Dalam studi yang dilakukan, tim peneliti mengintegrasikan lebih dari 20 tahun data mulai dari topografi, batimetri, perubahan garis pantai, penggunaan lahan, infrastruktur manusia, hingga aspek ekologis seperti persebaran mangrove. Data tersebut dianalisis menggunakan algoritma pembelajaran mesin.

Hasil pemodelan menunjukkan tingkat akurasi sangat tinggi, rata-rata mencapai di atas 90 persen. Akurasi ini penting untuk menghasilkan informasi probabilitas banjir yang dapat dijadikan dasar dalam perencanaan tata ruang maupun mitigasi bencana.

Selanjutnya, hasil prediksi tersebut divalidasi menggunakan pemodelan hidrodinamika MIKE21. Alat ini merupakan perangkat simulasi dua dimensi untuk menghitung kedalaman dan luasan genangan berdasarkan kombinasi data pasang surut, gelombang laut, serta laju penurunan muka tanah. Hasil validasi menunjukkan adanya korelasi kuat antara prediksi model dan kondisi nyata di lapangan, dengan nilai tertinggi mencapai 0,72 pada tahun 2020.

Baca juga: Ekspedisi Geosains, Pelajari Zona Tumbukan Dua Lempeng di Selatan Pulau Sumba

ForeINTiFlood tidak hanya bermanfaat untuk keperluan riset, tetapi juga sangat relevan bagi berbagai aspek mitigasi bencana. Temuan dari teknologi ini dapat menjadi panduan penting dalam perumusan kebijakan tata ruang, pembangunan infrastruktur adaptif seperti pembangunan Giant Sea Wall, sistem peringatan dini, dan edukasi kesiapsiagaan masyarakat pesisir.

Temuan ini juga merekomendasikan agar upaya mitigasi difokuskan pada tiga titik rawan yang telah teridentifikasi dengan memberikan panduan ilmiah yang presisi. Mencakup penentuan lokasi pembangunan tembok laut di area yang paling rentan, perencanaan desain tembok laut, seperti tinggi, panjang. Juga spesifikasi teknis tembok laut yang optimal berdasarkan analisis hidrodinamika. Serta integrasi solusi hibrida yang mengkombinasikan pembangunan fisik dengan upaya konservasi alam, seperti restorasi mangrove dan vegetasi pantai lainnya.

Penanganan banjir rob juga dapat mencakup pembangunan tanggul atau folder yang terencana dan kampanye edukasi publik berbasis data risiko. Ke depan, ForeINTiFlood juga membuka peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut dengan mengintegrasikan data real-time melalui sensor IoT, pengembangan model prediksi berbasis deep learning, serta penerapan skenario perubahan iklim dalam analisis jangka panjang.

Baca juga: Peternakan Sapi Perah di Pegunungan Arfak akan Dihidupkan Lagi

Dengan inovasi ForeINTiFlood, BRIN menunjukkan upaya mendukung kebijakan berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi. Lebih dari itu, model ini juga dapat direplikasi ke kota-kota pesisir lain di Indonesia seperti Semarang, Surabaya, Manado, hingga Makassar.

“Hasil riset ini memperkuat pentingnya pengelolaan pesisir yang berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. ForeINTiFlood adalah salah satu kontribusi nyata BRIN dalam membangun ketangguhan wilayah pesisir Indonesia,” tutup Fajar. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: banjir robPekalonganPRTH BRINteknologi ForeINTiFlood

Editor

Next Post
Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untukmencegah karhutla di Riau, 14 Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Pemerintah Andalkan OMC Atasi Karhutla, Habiskan Rp300 Juta Per Jam

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media