Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Zat Antikarat Dikembangkan dari Ubi Ungu hingga Tembakau

Teknologi ini mendorong praktik teknologi hijau, mengurangi jejak karbon, serta mempromosikan penggunaan sumber daya berkelanjutan.

Rabu, 20 Agustus 2025
A A
Mobil berkarat. Foto danielsfotowelt/pixabay.com.

Mobil berkarat. Foto danielsfotowelt/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Profesor Riset Ilmu Teknik Bidang Teknik Pencegahan Korosi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gadang Priyotomo menekankan potensi besar sumber daya hayati Indonesia sebagai bahan dasar inovasi teknologi mitigasi korosi atau karat ramah lingkungan. Dengan demikian perlu pengembangan variasi zat aktif antikorosi berbahan alami dari sumber wilayah darat dan laut Indonesia. Pendekatan ini menjadi alternatif strategis menggantikan bahan kimia impor yang mahal dan tidak ramah lingkungan.

“Pada orasi ini, saya menyampaikan state of the art tentang perkembangan, peluang, dan tantangan riset korosi melalui pendekatan mitigasi ramah lingkungan dengan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia,” ujar Gadang mengawali orasi ilmiahnya bertajuk “Teknologi Mitigasi Korosi Ramah Lingkungan untuk Konservasi Struktur Rawan Korosi” dalam sidang terbuka pengukuhannya, di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu, 20 Agustus 2025.

Menurut dia, penemuan-penemuan kunci tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme perlindungan korosi berbahan alami melalui metode inhibitor dan coating di lingkungan industri maupun maritim. Kondisi ini menjadi nilai tambah alternatif berbasis kearifan lokal.

Baca juga: Kematian Banyak Lebah Madu Penanda Ada Pencemaran Lingkungan

“Selama dua dekade berkarier di BRIN, kami bersama mitra universitas telah mengeksplorasi potensi hayati khas Indonesia, mulai dari ubi ungu, kulit buah, daun talas, hingga teh putih, sebagai bahan alami inhibitor korosi yang mampu menyaingi bahkan melampaui efektivitas bahan sintetik,” ungkap peneliti ahli utama yang juga menjadi Ketua kelompok Riset Korosi dan Teknologi Mitigasi di Pusat Riset Metalurgi BRIN ini.

Salah satu sumber hayati khas Indonesia adalah tanaman ubi ungu. Bahan nabati ini mempunyai nilai fungsi fisiologis positif sebagai zat antioksidan, anti kanker dan anti bakteri. Melalui riset, potensi ubi ungu dapat diaplikasikan sebagai zat aktif antikorosi di bidang industri melalui adaptasi fungsi mekanisme zat antiradikal bebas.

Riset juga menemukan bahwa limbah kulit buah kelengkeng dapat berfungsi sebagai zat antikorosi dengan efisiensi hingga 93 persen pada konsentrasi 500 ppm. Kulit buah ini menjadi solusi tambahan dalam pembersihan pipa migas.

Baca juga: TPPAS Lulut-Nambo untuk Olah Sampah Empat Daerah Mangkrak 10 Tahun

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINsumber daya hayatiteknologi mitigasi korosizat antikarat

Editor

Next Post
Sesar Citarum yang memicu gempa bumi Karawang-Bekasi, 20 Agustus 2025. Foto Pepen S/@DaryonoBMKF/X.

Sesar Citarum yang Memicu Gempa Bumi Tektonik Karawang-Bekasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media