Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kematian Banyak Lebah Madu Penanda Ada Pencemaran Lingkungan

Ketika lingkungan tercemar, lebah madu dapat menunjukkan sejumlah perubahan yang mudah diamati.

Rabu, 20 Agustus 2025
A A
Lebah madu. Foto PollyDot/pixabay.com.

Lebah madu. Foto PollyDot/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Lebah madu memiliki potensi besar sebagai bioindikator atau “detektor” alami bagi kesehatan lingkungan.

“Lebah madu dapat mendeteksi pencemaran melalui berbagai indikator biologis,” ujar Guru Besar Departemen Biologi IPB University, Prof. Rika Raffiudin dalam wawancara terkait peran penting lebah dalam ekosistem serta respons mereka terhadap perubahan lingkungan, Senin, 11 Agustus 2025.

Ketika lingkungan tercemar, lebah madu dapat menunjukkan sejumlah perubahan yang mudah diamati. Salah satu tanda paling jelas adalah meningkatnya jumlah lebah yang mati setelah mengonsumsi molekul berbahaya dari udara atau tanaman di sekitarnya.

Baca juga: TPPAS Lulut-Nambo untuk Olah Sampah Empat Daerah Mangkrak 10 Tahun

Bioindikator lainnya adalah cairnya sebagian lilin sarang sebagai penanda peningkatan suhu berkepanjangan. Juga keberadaan pestisida dan logam berat dalam madu atau produk lebah lainnya, dan penurunan ukuran koloni lebah.

Menurut Rika, lebah madu merupakan salah satu makhluk paling menakjubkan. Mereka hidup dalam koloni yang terorganisasi dan memilki kerja sama antar individunya menjadi inspirasi bagi manusia.

Selain menghasilkan produk bernilai seperti madu, lilin, royal jelly, serbuk sari, propolis, dan venom lebah, lebah madu juga berperan sebagai penyerbuk utama yang meningkatkan produktivitas berbagai tanaman hortikultura.

Baca juga: Penumpukan Sampah Menjadi Sumber Peningkatan Kasus Leptospirosis

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Departemen Biologi IPB Universitydetektor pencemaran lingkunganlebah maduVolatile Organic Compound

Editor

Next Post
Mobil berkarat. Foto danielsfotowelt/pixabay.com.

Teknologi Zat Antikarat Dikembangkan dari Ubi Ungu hingga Tembakau

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media