Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Zat Antikarat Dikembangkan dari Ubi Ungu hingga Tembakau

Teknologi ini mendorong praktik teknologi hijau, mengurangi jejak karbon, serta mempromosikan penggunaan sumber daya berkelanjutan.

Rabu, 20 Agustus 2025
A A
Mobil berkarat. Foto danielsfotowelt/pixabay.com.

Mobil berkarat. Foto danielsfotowelt/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Inovasi serupa dilakukan terhadap kulit buah naga yang mampu menekan kerusakan korosi hingga 87,73 persen.

Tak hanya dari buah, potensi zat alami juga datang dari daun tembakau. Melalui riset kolaboratif yang dilakukan bersama timnya, ekstrak tembakau terbukti dapat menurunkan kerusakan korosi hingga 80 persen pada injeksi optimal 60 ppm dalam media simulasi production water flowline crude oil.

Bahan alami lain seperti daun talas dan daun teh putih juga menunjukkan hasil signifikan. Ekstrak daun talas mampu menekan laju korosi hingga 72 persen dalam aplikasi industri, serta hampir 80 persen pada penyimpanan larutan asam sulfat. Sementara ekstrak daun teh putih terbukti efektif mengurangi kerusakan korosi hingga 96 persen pada konsentrasi rendah, yakni 80 ppm.

Baca juga: Penumpukan Sampah Menjadi Sumber Peningkatan Kasus Leptospirosis

Fakta riset ini menunjukkan Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi solusi antikorosi ramah lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya mendukung ketahanan industri, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.

Doktor Bidang Teknik dari Graduate School of Engineering, Osaka Prefecture University, Jepang ini berharap agar riset ini dapat berkontribusi nyata pada kebijakan pemerintah.

“Melalui pemanfaatan bahan ramah lingkungan dalam metode mitigasi korosi, baik inhibitor maupun coating, kami dapat menghasilkan strategi mitigasi yang akurat. Ini akan mendorong praktik teknologi hijau (green technology), mengurangi jejak karbon, serta mempromosikan penggunaan sumber daya yang lebih berkelanjutan,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINsumber daya hayatiteknologi mitigasi korosizat antikarat

Editor

Next Post
Sesar Citarum yang memicu gempa bumi Karawang-Bekasi, 20 Agustus 2025. Foto Pepen S/@DaryonoBMKF/X.

Sesar Citarum yang Memicu Gempa Bumi Tektonik Karawang-Bekasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media