Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teliti Sumber Daya Hayati dan Non Hayati Laut Indonesia, BRIN Libatkan Cina

Kamis, 16 November 2023
A A
Tim ekspedisi riset IMPOLSE 2023. Foto Dok. BRIN.

Tim ekspedisi riset IMPOLSE 2023. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebanyak 30 peneliti muda dari Indonesia dan Cina bergabung dalam Tim Ekspedisi Riset Indonesian Maritime and Western Pacific Ocean Longterm Scientific Expedition (IMPOLSE) 2023. Tim ekspedisi itu merupakan kerja sama riset ilmiah kelautan antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences (IOCAS) untuk mempelajari Arus Lintas Indonesia (Arlindo), khususnya di Indonesia Timur di Laut Maluku dan Halmahera. Ekspedisi itu sekaligus menandai peringatan 10 tahun kerja sama Indonesia – Cina Silk and Belt Road in Marine Research.

“Sebagai negara kepulauan, manajeman sumber daya laut yang berkelanjutan merupakan isu penting bagi Indonesia,” kata Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian saat melepas tim ekspedisi di Jakarta International Terminal (JITC) 2 Tanjung Priok, Jakarta pada 15 November 2023.

Mengingat maritim memiliki potensi ekonomi dari kekayaan sumber daya hayati dan non hayati, seperti hidrokarbon dan mineral. Dari sisi lingkungan, Indonesia merupakan negara kedua yang memiliki keaneragaman hayati tertinggi di dunia yang menunjukkan masa depan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah dan Kampus Pilih Optimalkan Gas Bumi dalam Transisi Energi

Di sisi lain, letak geografis Indonesia yang diapit Samudera Pasifik dan Samudera Hindia juga berdampak pada perubahan iklim regional dan dunia. Sekaligus berdampak bagi keberlangsungan lingkungan dan keanekaragaman hayati.

“Jadi riset oseanografi sangat penting di wilayah perairan Indonesia,” kata Amarulla.

Sementara kerja sama dengan Cina dilakukan mengingat Indonesia memiliki posisi strategis yang menghubungkan antara Samudera Pasifik dan Hindia. Seiring dengan visi Indonesia untuk memperkuat maritim agar dapat berkontribusi bagi regional dan dunia.

Baca Juga: Mengenal Tanda-tanda Cuaca Ekstrem Lewat 3 Jenis Awan

“Sehingga kerja sama ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kedua negara,” ucap Amarulla.

Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN, Ocky Karna Radjasa menambahkan, ekspedisi tersebut merupakan kelanjutan program yang sudah dilakukan selama 10 tahun terakhir. Pada 2023, BRIN melibatkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan memanfaatkan kapal riset Geomarine III.

“Jadi apa yang dilakukan dalam ekspedisi ini untuk mengelaborasi sumber daya hayati dan non hayati yang kita miliki. Tapi kami belum banyak ilmunya,” aku Ocky.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINgunung api bawah lautkapal riset Geomarine IIIKementerian ESDMriset oseanografiseumber daya hayati dan non hayatiTim Ekspedisi Riset IMPOLSE 2023

Editor

Next Post
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria. Foto Dok. IPB University.

Arif Satria: Pemimpin Indonesia yang Dipilih Harus Punya Environmental Leadership

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media