Senin, 25 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teliti Sumber Daya Hayati dan Non Hayati Laut Indonesia, BRIN Libatkan Cina

Kamis, 16 November 2023
A A
Tim ekspedisi riset IMPOLSE 2023. Foto Dok. BRIN.

Tim ekspedisi riset IMPOLSE 2023. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebanyak 30 peneliti muda dari Indonesia dan Cina bergabung dalam Tim Ekspedisi Riset Indonesian Maritime and Western Pacific Ocean Longterm Scientific Expedition (IMPOLSE) 2023. Tim ekspedisi itu merupakan kerja sama riset ilmiah kelautan antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences (IOCAS) untuk mempelajari Arus Lintas Indonesia (Arlindo), khususnya di Indonesia Timur di Laut Maluku dan Halmahera. Ekspedisi itu sekaligus menandai peringatan 10 tahun kerja sama Indonesia – Cina Silk and Belt Road in Marine Research.

“Sebagai negara kepulauan, manajeman sumber daya laut yang berkelanjutan merupakan isu penting bagi Indonesia,” kata Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian saat melepas tim ekspedisi di Jakarta International Terminal (JITC) 2 Tanjung Priok, Jakarta pada 15 November 2023.

Mengingat maritim memiliki potensi ekonomi dari kekayaan sumber daya hayati dan non hayati, seperti hidrokarbon dan mineral. Dari sisi lingkungan, Indonesia merupakan negara kedua yang memiliki keaneragaman hayati tertinggi di dunia yang menunjukkan masa depan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah dan Kampus Pilih Optimalkan Gas Bumi dalam Transisi Energi

Di sisi lain, letak geografis Indonesia yang diapit Samudera Pasifik dan Samudera Hindia juga berdampak pada perubahan iklim regional dan dunia. Sekaligus berdampak bagi keberlangsungan lingkungan dan keanekaragaman hayati.

“Jadi riset oseanografi sangat penting di wilayah perairan Indonesia,” kata Amarulla.

Sementara kerja sama dengan Cina dilakukan mengingat Indonesia memiliki posisi strategis yang menghubungkan antara Samudera Pasifik dan Hindia. Seiring dengan visi Indonesia untuk memperkuat maritim agar dapat berkontribusi bagi regional dan dunia.

Baca Juga: Mengenal Tanda-tanda Cuaca Ekstrem Lewat 3 Jenis Awan

“Sehingga kerja sama ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kedua negara,” ucap Amarulla.

Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN, Ocky Karna Radjasa menambahkan, ekspedisi tersebut merupakan kelanjutan program yang sudah dilakukan selama 10 tahun terakhir. Pada 2023, BRIN melibatkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan memanfaatkan kapal riset Geomarine III.

“Jadi apa yang dilakukan dalam ekspedisi ini untuk mengelaborasi sumber daya hayati dan non hayati yang kita miliki. Tapi kami belum banyak ilmunya,” aku Ocky.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINgunung api bawah lautkapal riset Geomarine IIIKementerian ESDMriset oseanografiseumber daya hayati dan non hayatiTim Ekspedisi Riset IMPOLSE 2023

Editor

Next Post
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria. Foto Dok. IPB University.

Arif Satria: Pemimpin Indonesia yang Dipilih Harus Punya Environmental Leadership

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media