Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pemerintah dan Kampus Pilih Optimalkan Gas Bumi dalam Transisi Energi

Rabu, 15 November 2023
A A
Ilustrasi gas bumi. Foto pushep.or.id.

Ilustrasi gas bumi. Foto pushep.or.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Energi fosil tetap digunakan untuk mencukupi kebutuhan energi masyarakat dalam periode transisi Net Zero Emission (NZE) sesuai target tahun 2060. Kebijakan penggunaan energi fosil tersebut dengan mempertimbangkan tiga faktor, yakni ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan.

“Kementerian ESDM akan tetap menggunakan energi fosil sebagai sumber energi sementara menuju NZE. Kita tidak hanya membahas lingkungan, tapi juga perlu mempertimbangkan ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan,” ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian Energi Dan Sumber Daya MIneral (ESDM) Mirza Mahendra dalam sambutan di acara Carbon Digital Conference (CDC) 2023 di Bali pada 8 November 2023.

Energi fosil seperti minyak dan gas bumi, serta batu bara dijadikan sebagai sumber energi di sektor transportasi maupun sebagai bahan bakar pembangkit sementara sebelum digantikan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Mengenal Tanda-tanda Cuaca Ekstrem Lewat 3 Jenis Awan

“Gas bumi juga dapat dimanfaatkan sebagai energi transisi sebelum beralih 100 persen ke energi terbarukan,” imbuh Mirza.

Ia mengklaim gas bumi adalah energi fosil yang lebih ramah lingkungan dibandingkan minyak bumi dan batu bara. Gas bumi tersebut akan dioptimalkan di sektor transportasi dan pada pembangkit listrik.

Mirza menjelaskan, secara umum transisi menuju emisi nol bersih memerlukan perubahan yang dapat dikategorikan ke dalam empat pilar. Pertama, peningkatan intensitas energi yang membantu mengurangi biaya transisi. Kedua, dekarbonisasi pembangkit listrik untuk mengurangi emisi langsung di sektor ketenagalistrikan.

Baca Juga: Sudah Sepekan Gempa Susulan di Laut Banda Maluku Masih Terjadi

Ketiga, peralihan ke bahan bakar rendah emisi pada penggunaan akhir. Keempat, serta penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture Utilization Storage/CCUS) yang mengurangi emisi dari industri yang emisinya sulit dikurangi.

Mewujudkan target net zero emisi, menurut Mirza memerlukan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk institusi dan lembaga termasuk dengan akademis dan kalangan industri terkait. Kolaborasi yang kuat diklaim dapat mencapai dampak yang lebih besar untuk mengurangi emisi dan bergerak menuju net zero emission.

Hidrogen Peluang Alternatif
Sementara dalam Seminar Nasional 100 Tahun Industri Otomotif Indonesia, Mewujudkan Indonesia Net Zero Emission 2060 yang digelar Fakultas Teknik UGM pada 8 November 2023 dijelaskan, industri otomotif telah berdiri di Indonesia selama 100 tahun lamanya. Sektor ini mengalami berbagai perubahan dan perkembangan dari masa ke masa untuk memenuhi kebutuhan mobilisasi penduduk. Tahun ini, sektor transportasi tengah menghadapi tantangan besar dalam target pengurangan emisi karbon di tahun 2060 mendatang.

Baca Juga: Info Cuaca Penerbangan Cegah Abu Vulkanik Masuk ke Ruang Mesin Pesawat

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Carbon Capture Utilization Storageenergi baru terbarukanEnergi fosilgas bumigas hidrogenKementerian ESDMpenyimpanan karbonperguruan tinggitransisi energi

Editor

Next Post
Tim ekspedisi riset IMPOLSE 2023. Foto Dok. BRIN.

Teliti Sumber Daya Hayati dan Non Hayati Laut Indonesia, BRIN Libatkan Cina

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media