Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Macan Tutul Jawa Asli TN Gunung Ciremai Terpantau Kamera Jebak

Selasa, 24 Desember 2024
A A
Penampakan dua macan Tutul Jawa di TN Gunung Ciremai, Jawa Barat. Foto Balai TNGC.

Penampakan dua macan Tutul Jawa di TN Gunung Ciremai, Jawa Barat. Foto Balai TNGC.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) melalui kegiatan monitoring sejak Juni hingga Desember 2024 berhasil memantau keberadaan individu native Macan Tutul Jawa melalui kamera jebak (camera trap). Penampakan individu mamalia kucing besar yang merupakan satwa asli kawasan Gunung Ciremai yang berada di Kawasan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini menjadi kabar gembira dari dunia satwa liar.

“Individu unik satwa asli yang terpantau sebanyak tiga ekor berjenis kelamin jantan,” kata Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Ahli Muda Balai TNGC, Silvia Lucyanti.

Meliputi dua ekor memiliki corak tutul hitam (kumbang) dan satu ekor bercorak tutul terang. Individu Macan Tutul Jawa di kawasan TNGC ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu satwa asli dan individu hasil introduksi.

Macan Tutul Jawa hasil introduksi di kawasan TNGC merupakan hasil pelepasliaran pada 2019, yakni bernama Slamet Ramadhan (kumbang jantan) dan tahun 2022 bernama Rasi (tutul betina). Macan Slamet Ramadhan terakhir terpantau kamera jebak pada April 2023, sedangkan Macan Rasi berhasil terpantau pada Juli 2024 ini.

Baca juga: PSN di Merauke Mengancam Otonomi Khusus Papua

Dengan demikian, total jumlah individu Macan Tutul Jawa di kawasan TNGC yang berhasil terpantau keberadaannya selama kurun tahun 2024 sebanyak 4 ekor, yaitu 3 ekor satwa asli dan 1 ekor satwa introduksi (Rasi).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kamera jebakmacan tutul Jawasatwa asliTaman Nasional Gunung Ciremai

Editor

Next Post
Proses mediasi masyarakat adat Suku Anak Dalam dengan petugas Balai TNBT di Tebo. Foto Dok. PPID KLHK.

Anggota Baleg DPR, RUU Masyarakat Adat Mendesak agar Tak Terusir dari Tanah Leluhur

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media