Jumat, 2 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Macan Tutul Jawa Asli TN Gunung Ciremai Terpantau Kamera Jebak

Selasa, 24 Desember 2024
A A
Penampakan dua macan Tutul Jawa di TN Gunung Ciremai, Jawa Barat. Foto Balai TNGC.

Penampakan dua macan Tutul Jawa di TN Gunung Ciremai, Jawa Barat. Foto Balai TNGC.

Share on FacebookShare on Twitter

Keberhasilan pemantauan keberadaan Macan Tutul Jawa ini tidak lepas dari peran dan komitmen para pihak, yaitu Tim Monitoring Macan Tutul Jawa Balai TNGC, masyarakat mitra TNGC yang selalu mendampingi selama kegiatan pemantauan. Mereka juga berperan sebagai sumber informasi keberadaan Macan Tutul Jawa di sana.

Juga dibantu Yayasan SINTAS Indonesia dalam teknis pelaksanaan kegiatan, mulai dari desain survei monitoring, penerapan metode/SOP secara langsung, support peralatan kamera jebak, sampai pengolahan dan analisis data.

Baca juga: Bekas Longsor Ditemukan di TN Betung Kerihun Kalimantan Barat

Selain pemantauan yang dilakukan rutin oleh tim monitoring Balai TNGC, saat ini juga sedang berlangsung monitoring lanjutan untuk pendugaan struktur populasi Macan tutul se-Jawa (Javan Wild Leopard Survey/JWLS). Ini merupakan program dari Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Sumberdaya Genetik (KKHSG), Direktorat Jenderal KSDAE yang disupport oleh Yayasan SINTAS Indonesia.

“Harapannya, hasil survei yang akan diperoleh pada 2025 nanti bisa memberikan informasi yang lebih komprehensif, terkait jumlah individu Macan Tutul Jawa, khususnya di kawasan TNGC,” kata Silvia. [WLC02]

Sumber: KSDAE KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: kamera jebakmacan tutul Jawasatwa asliTaman Nasional Gunung Ciremai

Editor

Next Post
Proses mediasi masyarakat adat Suku Anak Dalam dengan petugas Balai TNBT di Tebo. Foto Dok. PPID KLHK.

Anggota Baleg DPR, RUU Masyarakat Adat Mendesak agar Tak Terusir dari Tanah Leluhur

Discussion about this post

TERKINI

  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media