Senin, 17 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Macan Tutul Jawa Asli TN Gunung Ciremai Terpantau Kamera Jebak

Selasa, 24 Desember 2024
A A
Penampakan dua macan Tutul Jawa di TN Gunung Ciremai, Jawa Barat. Foto Balai TNGC.

Penampakan dua macan Tutul Jawa di TN Gunung Ciremai, Jawa Barat. Foto Balai TNGC.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) melalui kegiatan monitoring sejak Juni hingga Desember 2024 berhasil memantau keberadaan individu native Macan Tutul Jawa melalui kamera jebak (camera trap). Penampakan individu mamalia kucing besar yang merupakan satwa asli kawasan Gunung Ciremai yang berada di Kawasan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini menjadi kabar gembira dari dunia satwa liar.

“Individu unik satwa asli yang terpantau sebanyak tiga ekor berjenis kelamin jantan,” kata Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Ahli Muda Balai TNGC, Silvia Lucyanti.

Meliputi dua ekor memiliki corak tutul hitam (kumbang) dan satu ekor bercorak tutul terang. Individu Macan Tutul Jawa di kawasan TNGC ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu satwa asli dan individu hasil introduksi.

Macan Tutul Jawa hasil introduksi di kawasan TNGC merupakan hasil pelepasliaran pada 2019, yakni bernama Slamet Ramadhan (kumbang jantan) dan tahun 2022 bernama Rasi (tutul betina). Macan Slamet Ramadhan terakhir terpantau kamera jebak pada April 2023, sedangkan Macan Rasi berhasil terpantau pada Juli 2024 ini.

Baca juga: PSN di Merauke Mengancam Otonomi Khusus Papua

Dengan demikian, total jumlah individu Macan Tutul Jawa di kawasan TNGC yang berhasil terpantau keberadaannya selama kurun tahun 2024 sebanyak 4 ekor, yaitu 3 ekor satwa asli dan 1 ekor satwa introduksi (Rasi).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kamera jebakmacan tutul Jawasatwa asliTaman Nasional Gunung Ciremai

Editor

Next Post
Proses mediasi masyarakat adat Suku Anak Dalam dengan petugas Balai TNBT di Tebo. Foto Dok. PPID KLHK.

Anggota Baleg DPR, RUU Masyarakat Adat Mendesak agar Tak Terusir dari Tanah Leluhur

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media