Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Masalah Krisis Bumi Tantangan KTT Perubahan Iklim di Dubai

COP 28 akan digelar di Dubai pada akhir November mendatang. Apakah tantangan dan targetnya?

Minggu, 6 Agustus 2023
A A
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

Ilustrasi krisis iklim di bumi. Foto sumanley/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Mohammad Pramono: Solusi Sampah TPA Piyungan Diolah Jadi Bahan Bakar PLTU

Konferensi Iklim di Dubai
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bidang Perubahan Iklim di Dubai akan menjadi momentum penting bagi seluruh pihak dalam aksi pengendalian peningkatan suhu bumi global. Serta menjadi peluang utama untuk fokus pada agenda iklim melalui course correct di adaptasi, pendanaan iklim, dan loss and damage.

Secara umum, Perundingan COP28 di Dubai memiliki sejumlah ekspektasi target. Pertama, menghasilkan keputusan yang tepat untuk pemanfaatan nyata atas hasil Global Stocktake Pertama (1st GST). Kedua, hasil yang ambisius pada adaptasi melalui Global Goal on Adaptation (GGA), loss and damage (LnD), dan finance yang terkait dengan Loss and Damage tersebut. Ketiga, melaksanakan yang telah mulai diperdebatkan di Bonn, yakni pendetilan Mitigation Work Programme (MWP) yang harus disertai dengan dukungan means of implementation.

Baca Juga: Peta Jalan Energi Baru Terbarukan ASEAN

“Itu untuk memastikan amannya jalur 2030 yang selaras dengan Persetujuan Paris. Termasuk upaya mengejar untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5°C,” kata Siti.

Selain kerja-kerja pada forum negosiasi formal, Indonesia juga mengawal dengan out-reach forum, yaitu Paviliun Indonesia yang dari tahun ke tahun memberi refleksi kemajuan bertahap. Juga fokus kerja-kerja yang sedang berlangsung di Indonesia dan menyesuaikan dengan kondisi global. Paviliun Indonesia juga menjadi sarana pendukung dalam agenda politik internasional yang ingin dicapai dalam diplomasi iklim. Muatan materi dan partisipasi pihak-pihak merefleksikan hal tersebut.

Siti berharap, Paviliun Indonesia pada COP28 mampu merefleksikan kepentingan Indonesia dengan tetap memperhatikan dan mendukung pilihan tema Presidensi Uni Emirat Arab. Paviliun Indonesia juga menjadi wahana diplomasi pada subyek-subyek. Antara lain pada subyek dalam situasi yang masih mengandung tensi yang bisa dibawa dalam suasana yang friendly dan gembira.

Baca Juga: Analisis BMKG Gempa 5,1 Magnitudo Laut Banda

Pilihan tema Paviliun Indonesia yaitu Indonesia’s Climate Actions: Inspiring The World yang didukung dengan empat sub-tema dinilai Siti tepat dan sesuai dengan pilihan tema Presidensi UAE. Pertama, stronger new renewable energy commitments. Kedua, Robust Climate Action on Land based Sector. Ketiga, inspiring finance and technology innovations. Keempat, solid collabortive climate action of people’s prosperity.

“Kami, Indonesia ingin menjadikan apa yang telah Indonesia lakukan dan akan kami jalankan dapat menginspirasi dunia. Sebagaimana spirit kami selama ini, yaitu leading by examples, to inspire the world,” imbuh Siti. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: COP 28gas rumah kacaKLHKkrisis bumiKTT Perubahan Iklimperubahan iklimTriple Planetary Crisis

Editor

Next Post
Mahasiswa Unair mengolah sampah plastik pesisir Banyuwangi menjadi paving block. Foto unair.ac.id.

Ini Cara Mahasiswa Unair Sulap Sampah Plastik Jadi Material Bangunan

Discussion about this post

TERKINI

  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
  • Pemeriksaan bangkai gajah yang ditemukan di kawasan lindung Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Foto Kementerian Kehutanan.Kementerian Kehutanan Janji Ungkap Pemodal dan Aktor Intelektual Kematian Gajah di Riau
    In News
    Senin, 9 Februari 2026
  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media