Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tradisi Jamuan Ladosan Dhahar Kembul Bujana ala Keraton Yogyakarta

Makan bersama ramai-ramai bareng teman sudah biasa. Namun bagaimana dengan tradisi makan bersama ala raja-raja Jawa?

Minggu, 20 Maret 2022
A A
Jamuan welcome dinner tamu delegasi EdWG G20 di Yogyakarta. Foto kemdikbud.go.id.

Jamuan welcome dinner tamu delegasi EdWG G20 di Yogyakarta. Foto kemdikbud.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Pilihan makanan dalam set menu ladosan dhahar kembul bujana dimulai dari makanan pembuka (appetizer) hingga makanan penutup (dessert) yang menjadi menu favorit para sultan, mulai dari Sri Sultan Hamengku Buwono VII hingga IX. Ada 11 menu dihidangkan untuk para tamu, meliputi Bir Jawa, Roti Jok Semur Ayam, Ledre Pisang, Salad Mentimun, Nasi Pandan Wangi, Dendeng Age, Sapitan Lidah, Zwaart Zuur (Bebek Asam Hitam), Lombok Kethok Sandung Lamur, Setup Pakis Taji, dan Rondo Topo, dengan Saus Karamel.

Prosesi Ladosan Dhahar Kembul Bujana diawali dengan parade tujuh petugas perempuan dan laki-laki yang berjalan kaki dari dapur utama menuju gadri atau Bale Kambang. Penanggung jawab pembawa jodhang dipimpin oleh seorang bekel atau cucuk lampah. Kemudian disusul pembawa tembang di sebelah kiri, bersama empat petugas pembawa jodhang, dan terakhir pramusaji perempuan yang bertugas menyajikan hidangan di meja tamu.

Baca Juga: Pernah Mengalami Quarter Life Crisis? Begini Proses dan Cara Mengatasinya

Sebelum hidangan disajikan, para delegasi menyaksikan Tari Srimpi Pandhelori yang diiringi musik gamelan Gendhing Pandhelori. Tari tersebut biasanya hanya ditampilkan saat acara khusus di Keraton Yogyakarta.

Ketua EdWG G20, Iwan Syahril berharap melalui tradisi ladosan dhahar kembul bujana, para delegasi bisa mendapatkan pengalaman tak terlupakan di Yogyakarta. “Malam ini, kami ingin memperkenalkan Anda mengenai budaya dan tradisi berusia ratusan tahun yang diwujudkan dalam bentuk keramahan, tarian, dan masakan,” tutur Iwan. [WLC02]

Sumber: kemdikbud.go.id, 17 Maret 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: EdWG G20kembul bujanaKeraton Yogyakartaladosan dhahar kembul bujanatradisitradisi makan raja-raja Jawa

Editor

Next Post
Ilustrasi investasi bodong. Foto stevepb/pixabay.com.

Kata Kunci Terhindar dari Investasi Bodong: Legal dan Logis

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media