Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pernah Mengalami Quarter Life Crisis? Begini Proses dan Cara Mengatasinya

Acapkali saat mencapai usia 20-30 tahun mengalami kecemasan dan keraguan akan masa depan. Seperti apa tahapannya?

Minggu, 20 Maret 2022
A A
Ilustrasi baangkit dari crisis life. Foto Alexas_Fotos/pixabay.com.

Ilustrasi baangkit dari crisis life. Foto Alexas_Fotos/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pernah dengar istilah quarter life crisis? Biasa dialami pemilik usia 20 hingga 30 tahun yang acapkali sering mengalami kekhawatiran, keraguan terhadap kemampuan diri, dan kebingungan menentukan arah hidup. Penyebabnya beragam mulai dari perencanaan karir masa depan hingga masalah percintaan.

Seperti apa quarter life crisis?

Dokter spesialis kejiwaan, Ida Rachmawati menjelaskan tahapan seseorang mengalami masa quarter life crisis. Pertama, locked in suatu keadaan dimana seseorang merasa perasaannya terjebak dalam berbagai pilihan dan kesulitan memutuskan mengenai apa yang harus dijalani dalam hidup.

Baca Juga: Lolos dari Zona Perang Rusia-Ukraina, Hari Ini 9 Warga Binjai Dipulangkan

Kedua, separation atau saat seseorang memiliki dorongan untuk melarikan diri dan meluangkan waktu demi mengubah situasi hidupnya. Ketiga, masa exploration yang cenderung merupakan suatu tindakan yang sifatnya krusial.

“Contohnya memutuskan keluar dari pekerjaan ataupun memutuskan hubungan percintaan,” kata Ida.

Keempat, tahapan rebuilding, yakni upaya yang dilakukan seseorang untuk memulai pondasi baru saat sudah menyadari arah dan tujuan hidupnya. Kelima, developing new live, saat seseorang tersebut mampu mengembangkan kehidupan baru yang lebih sesuai dengan minat dan nilai dalam hidupnya.

“Untuk bisa mencapai tahapan terakhir, kita perlu kiat yang tepat,” imbuh Ida.

Kiat-kiat yang dimaksud bisa dimulai dari mengenali potensi diri untuk mengembangkan potensi tersebut. Jangan takut mencoba dan mengambil risiko.

Baca Juga: Usai Liburan Malah Tak Bersemangat, Itu Tanda-tanda Post-Holiday Blues

Kemudian, menyingkirkan gengsi. Apabila sudah dilakukan, jangan lupa untuk mengapresiasi diri.

“Pencarian jati diri bisa dilakukan dengan eksplorasi diri dan mau belajar hal-hal baru. Jadilah unik dan otentik,” pesan Ida.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: konselingmengapresiasi diripsikiaterpsikologquarter life crisisself harmself healing

Editor

Next Post
Jamuan welcome dinner tamu delegasi EdWG G20 di Yogyakarta. Foto kemdikbud.go.id.

Tradisi Jamuan Ladosan Dhahar Kembul Bujana ala Keraton Yogyakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media