Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tren Dunia Beralih dari Energi Fosil ke EBT, Bagaimana dengan Indonesia?

Masyarakat dan perusahaan dunia disebut mulai bertransisi untuk memanfaatkan energi bersih dan ramah lingkungan. Lalu apa yang diupayakan Indonesia?

Jumat, 31 Maret 2023
A A
Ilustrasi energi terbarukan. Foto pixel2013 /pixabay.com

Ilustrasi energi terbarukan. Foto pixel2013 /pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Keempat, mempelajari dan mengembangkan Carbon Capture Storage atau Carbon Capture Utilization Storage untuk menangkap CO2. Kelima, mengembangkan EBT seperti hidrogen dan amoniak. Keenam, efisiensi energi.

Selain itu, Indonesia memiliki kapasitas yang besar untuk menjadi tempat penyimpanan CO2 di lokasi bekas resorvoar, bekas tambang migas. Potensi besar itu bukan hanya untuk dalam negeri, tapi juga untuk ditawarkan ke luar negeri.

“Ini bisa menjadi sumber penerimaan di dalam negeri,” kata Dadan.

Baca Juga: Antisipasi Gagal Panen, Petani Kopi dan Cabai Perlu Literasi Soal Iklim dan Cuaca

Bagaimana dengan Perusahaan Swasta di Indonesia?

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Strategi Percepatan Penerapan Energi Transisi dan Pengembangan Infrastruktur Energi Ego Syahrial mengakui bahwa upaya Pemerintah dalam melaksanakan transisi energi memerlukan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, akademisi, asosiasi, serta masyarakat. Salah satu pihak swasta yang ikut berperan dalam penggunaan energi bersih adalah Sinar Mas Land, yang telah melakukan sertifikasi Renewable Energy Certificate (REC).

“Transisi energi menuju energi bersih dan akselerasi pencapaian target EBT, tidak dapat dilaksanakan pemerintah sendiri,” kata Ego dalam Seremoni Penyerahan REC dari PT PLN (Persero) pada Sinar Mas Land di Serpong, 21 Maret 2023.

REC adalah instrumen pengakuan atas penggunaan EBT. Juga sebagai opsi pengadaan untuk pemenuhan target penggunaan EBT yang lebih transparan, sehingga mendorong pasar energi terbarukan.

Baca Juga: Solidaritas Akademisi Menolak Konsinyasi untuk Warga Wadas

Ego menjelaskan dengan ilustrasi. Bahwa 1 unit REC diterbitkan berdasarkan produksi 1 MWh energi listrik dari pembangkit EBT, dengan standar yang diakui secara internasional. REC harus melalui suatu proses tracking system dan due diligence yang dilakukan badan internasional.

Sertifikasi REC merupakan salah satu bentuk dukungan swasta memanfaatkan pembangkit listrik tenaga EBT. Kesepakatan penggunaan layanan REC tersebut ditandai dengan penandatangan perjanjian jual beli REC antara Sinar Mas Land sebagai pelanggan dan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten.

Menurut Ego, Sinar Mas Land telah memanfaatkan REC yang diberikan PLN untuk lima gedung perkantorannya yang telah tersertifikasi menjadi green building. Kelima gedung tersebut adalah Sinar Mas Land Plaza Thamrin, Sinar Mas Land Plaza BSD City, My Republic Plaza BSD City, Green Office Park 1 BSD City, dan Green Office Park 9 BSD City. Penyediaan tahap I sebesar 613 MWh secara bertahap yang akan tercapai 100 persen pembelian REC pada Januari 2025.

Baca Juga: Penyakit Ketinggian Saat Naik Gunung, Cegah dengan Persiapan

“Ini adalah salah satu inisiatif swasta terbesar yang telah dilakukan secara nyata dan konkrit dalam rangka menuju NZE,” kata Ego mengklaim.

Ia berharap upaya Sinar Mas Land mendukung penurunan emisi GRK melalui pembangunan green building dan penggunaan PLTS Atap dapat mendorong swasta lainnya dalam pemanfaatan EBT. Juga menerapkan prinsip Environmental, Social, and Corporate Governance.

“Semoga penggunaan energi hijau dan sertifikasi REC dapat diterapkan lebih luas lagi,” harap Ego. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM

 

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Emisi gas rumah kacaenergi baru terbarukangreen buildingKementerian ESDMnet zero emissionsperusahaan swastaRenewable Energy Certificate

Editor

Next Post
Montreal Protocol Award.Foto ppid.menlhk.go.id.

Cegah Impor Ilegal BPO, Indonesia Terima Montreal Protocol Award

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media