Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Antisipasi Gagal Panen, Petani Kopi dan Cabai Perlu Literasi Soal Iklim dan Cuaca

Cuaca dan iklim ekstrem acapkali membuat hasil panen pertanian tak sesuai harapan. Petani perlu literasi soal iklim dan cuaca untuk mengantisipasinya.

Selasa, 28 Maret 2023
A A
BMKG dan petani kopi Temanggung peserta SLI. Foto bmkg.go.id.

BMKG dan petani kopi Temanggung peserta SLI. Foto bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus menggencarkan Sekolah Lapang Iklim (SLI) dengan menyasar berbagai komoditas unggulan pertanian. Salah satunya komoditas kopi di Desa Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

“Mengingat Temanggung menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat membuka SLI di Temanggung pada 18 Maret 2023.

Tercatat hingga kini, lahan perkebunan kopi di Temanggung telah mencapai 9,536,37 hektare atau 23,99 persen dari total luas tanaman kopi di Jawa Tengah. Temanggung juga memberikan kontribusi untuk total produksi kopi Jawa Tengah sebesar 11.560,27 ton atau 56,97 persen dari total produksi kopi Jawa Tengah. Merujuk data 2014, produksi kedua jenis kopi di sana signifikan, yakni 2,4 juta ton untuk arabika dan 10,2 juta ton untuk robusta.

Baca Juga: Solidaritas Akademisi Menolak Konsinyasi untuk Warga Wadas

Dwikorita menjelaskan, BMKG berupaya membantu petani memahami informasi iklim lewat SLI. Mengingat pertanian merupakan kegiatan yang dilakukan di tempat terbuka sehingga berkaitan dengan cuaca dan iklim. Cuaca dan iklim ekstrem dapat mempengaruhi produksi sektor pertanian.

BMKG memprediksi sekitar Juni – Juli 2023 akan terjadi El Nino yang dapat mempengaruhi musim kemarau yang cenderung lebih kering daripada normalnya di daerah Temanggung. Untuk mengantisipasi kekeringan adalah dengan menampung air hujan yang masih turun untuk persediaan air.

“Kalau petani kopi tidak dibekali informasi iklim, tingkat kegagalan (panen) tinggi dan berdampak produksi kopi secara nasional,” kata Dwikorita.

Baca Juga: Penyakit Ketinggian Saat Naik Gunung, Cegah dengan Persiapan

Sementara Indonesia adalah salah satu negara produsen dan eksportir kopi terbesar di dunia. Berkaitan dengan komoditi-komoditi agrikultur, kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao.

Artinya, lanjut Dwikorita, sebagai komoditas unggulan, industri kopi telah berkontribusi sebagai pendorong pendapatan petani kopi, sumber devisa negara, penghasil bahan baku industri, hingga penyedia lapangan pekerjaan melalui kegiatan pengolahan, pemasaran, serta perdagangan ekspor dan impor.

SLI, menurut Dwikorita, merupakan bagian dari komitmen BMKG memajukan pertanian Indonesia. Usai petani mendapat pembekalan ilmu tentang cuaca dan iklim, volume produksi dan kualitas kopi Indonesia ke depan diharapkan semakin meningkat dan stabil sehingga daya saing kopi di pasar internasional semakin kuat.

Baca Juga: Yang Dilakukan Ketika Digigit Ular di Alam Bebas

“Bagaimanapun cuaca dan iklim sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian dan perkebunan, serta ketahanan pangan suatu negara. Hilirnya tentu saja kesejahteraan para petani juga akan meningkat dan angka kemiskinan menurun,” tambah Dwikorita.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cuaca dan iklim ekstremgagal panenKepala BMKG Dwikorita Karnawatipetani cabai Magelangpetani kopi TemanggungSekolah Lapang iklim

Editor

Next Post
Gunung Anak Krakatau paling aktif meletus di 2023. Letusan ketiga dari lima letusan Gunung Anak Krakatau pada 28 Maret 2023. Foto Magma PVMBG.

5 Kali Erupsi Gunung Anak Krakatau Paling Aktif Meletus di 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media