Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Antisipasi Gagal Panen, Petani Kopi dan Cabai Perlu Literasi Soal Iklim dan Cuaca

Cuaca dan iklim ekstrem acapkali membuat hasil panen pertanian tak sesuai harapan. Petani perlu literasi soal iklim dan cuaca untuk mengantisipasinya.

Selasa, 28 Maret 2023
A A
BMKG dan petani kopi Temanggung peserta SLI. Foto bmkg.go.id.

BMKG dan petani kopi Temanggung peserta SLI. Foto bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus menggencarkan Sekolah Lapang Iklim (SLI) dengan menyasar berbagai komoditas unggulan pertanian. Salah satunya komoditas kopi di Desa Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

“Mengingat Temanggung menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat membuka SLI di Temanggung pada 18 Maret 2023.

Tercatat hingga kini, lahan perkebunan kopi di Temanggung telah mencapai 9,536,37 hektare atau 23,99 persen dari total luas tanaman kopi di Jawa Tengah. Temanggung juga memberikan kontribusi untuk total produksi kopi Jawa Tengah sebesar 11.560,27 ton atau 56,97 persen dari total produksi kopi Jawa Tengah. Merujuk data 2014, produksi kedua jenis kopi di sana signifikan, yakni 2,4 juta ton untuk arabika dan 10,2 juta ton untuk robusta.

Baca Juga: Solidaritas Akademisi Menolak Konsinyasi untuk Warga Wadas

Dwikorita menjelaskan, BMKG berupaya membantu petani memahami informasi iklim lewat SLI. Mengingat pertanian merupakan kegiatan yang dilakukan di tempat terbuka sehingga berkaitan dengan cuaca dan iklim. Cuaca dan iklim ekstrem dapat mempengaruhi produksi sektor pertanian.

BMKG memprediksi sekitar Juni – Juli 2023 akan terjadi El Nino yang dapat mempengaruhi musim kemarau yang cenderung lebih kering daripada normalnya di daerah Temanggung. Untuk mengantisipasi kekeringan adalah dengan menampung air hujan yang masih turun untuk persediaan air.

“Kalau petani kopi tidak dibekali informasi iklim, tingkat kegagalan (panen) tinggi dan berdampak produksi kopi secara nasional,” kata Dwikorita.

Baca Juga: Penyakit Ketinggian Saat Naik Gunung, Cegah dengan Persiapan

Sementara Indonesia adalah salah satu negara produsen dan eksportir kopi terbesar di dunia. Berkaitan dengan komoditi-komoditi agrikultur, kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao.

Artinya, lanjut Dwikorita, sebagai komoditas unggulan, industri kopi telah berkontribusi sebagai pendorong pendapatan petani kopi, sumber devisa negara, penghasil bahan baku industri, hingga penyedia lapangan pekerjaan melalui kegiatan pengolahan, pemasaran, serta perdagangan ekspor dan impor.

SLI, menurut Dwikorita, merupakan bagian dari komitmen BMKG memajukan pertanian Indonesia. Usai petani mendapat pembekalan ilmu tentang cuaca dan iklim, volume produksi dan kualitas kopi Indonesia ke depan diharapkan semakin meningkat dan stabil sehingga daya saing kopi di pasar internasional semakin kuat.

Baca Juga: Yang Dilakukan Ketika Digigit Ular di Alam Bebas

“Bagaimanapun cuaca dan iklim sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian dan perkebunan, serta ketahanan pangan suatu negara. Hilirnya tentu saja kesejahteraan para petani juga akan meningkat dan angka kemiskinan menurun,” tambah Dwikorita.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cuaca dan iklim ekstremgagal panenKepala BMKG Dwikorita Karnawatipetani cabai Magelangpetani kopi TemanggungSekolah Lapang iklim

Editor

Next Post
Gunung Anak Krakatau paling aktif meletus di 2023. Letusan ketiga dari lima letusan Gunung Anak Krakatau pada 28 Maret 2023. Foto Magma PVMBG.

5 Kali Erupsi Gunung Anak Krakatau Paling Aktif Meletus di 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media