Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tren Kebencanaan Meningkat, Pakar Bahas Inovasi Pendanaan Bencana

Kamis, 2 Oktober 2025
A A
Pihak BNPB memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi M5,7 di Situbondo, Jawa Timur, 26 September 2025. Foto Istimewa.

Pihak BNPB memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi M5,7 di Situbondo, Jawa Timur, 26 September 2025. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan data historis, ada peningkatan dan pergeseran tren kebencanaan yang dipicu perubahan iklim dan aktivitas manusia. Pertama, jumlah sumber gempa teridentifikasi meningkat dari 280 pada tahun 2017 menjadi 400 sumber saat ini.

Kedua, banjir semakin meluas akibat curah hujan tinggi dan penurunan muka tanah (land subsidence), khususnya di kota besar seperti Semarang, Bandung, dan Jakarta. Ketiga, kebakaran hutan dan lahan, yang sebelumnya terkonsentrasi di Sumatera dan Kalimantan, kini mulai merambah ke Pulau Jawa.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan membentuk dana bersama penanggulangan bencana atau Pulling Fund Bencana (PFB). Skema yang dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) ini merupakan inovasi pembiayaan dan pengelolaan dana bencana pertama di dunia yang mengintegrasikan penghimpunan, pengembangan, dan penyaluran dana secara berkelanjutan.

Baca juga: KPA Desak Badan Pelaksana Reforma Agraria Nasional Langsung di Bawah Presiden

Kepala BPDLH, Joko Tri Haryanto menjelaskan, pihaknya berperan sebagai pengelola dana abadi kebencanaan yang diinvestasikan untuk menghasilkan dana kelolaan sebagai sumber pembiayaan.

“BPDLH bertugas memobilisasi dana dari berbagai sumber, baik APBN, internasional, bilateral, multilateral, filantropi, hingga sektor swasta,” terang dia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB, Prof. Irwan Meilano menambahkan, meskipun konsep pulling fund sudah ada di negara lain, implementasinya di Indonesia harus direalisasikan secara berbeda. Pembiayaan risiko bencana harus disesuaikan dengan profil bencana negara yang sangat beragam.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BPDLHdana abadi kebencanaandana cadangan bencanaITBPulling Fund Bencana

Editor

Next Post
PLTSa di Kabupaten Badung, Bali. Foto dislhk.badungkaab.go.id.

Pemerintah Siapkan Program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media