Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tutup Tahun 2021, UII Gelar Aksi Tanam Ribuan Pohon di Kampus dan Tanah Air

Sabtu, 1 Januari 2022
A A
Rektor UII Prof. Fathul Wahid menanam pohon. Aksi tanam pohon digelar sivitas UII di penghujung tahun 2021 dalam program Gerakan UII Bumi Lestari. Foto Ist

Rektor UII Prof. Fathul Wahid menanam pohon. Aksi tanam pohon digelar sivitas UII di penghujung tahun 2021 dalam program Gerakan UII Bumi Lestari. Foto Ist

Share on FacebookShare on Twitter

Sementara Gerakan UII Bumi Lestari merupakan ikhtiar berkelanjutan dari kampus tertua di Indonesia ini. Eksistensi dalam merespon penanganan isu global, krisis energi, perubahan iklim, dan lainnya merupakan wujud komitmen yang coba digelorakan oleh Rektor UII Prof. Fathul Wahid. Eksploitasi lingkungan yang berlebihan hampir pasti diketahui akibat ulah tangan manusia.

“Kami semua bisa jadi turut andil dalam permasalahan lingkungan,” tutur Fathul.

Dampak yang ada akibat pengrusakan lingkungan dinilai telah menjadi konsekuensi. Untuk itu, Fathul mencoba berinovasi dalam mewujudkan kampus yang lebih ramah lingkungan. Proses pembangunan kampus salah satunya. Konsep dan prioritas ruang hijau menjadi bukti ikhtiarnya.

“Penghijauan ini bukanlah tanpa sebab. Kedekatan diri dengan lingkungan membuat orang tidak kesepian,” kata Fathul mengutip sebuah survei.

Upaya lain dari UII untuk mendukung program ramah lingkungan adalah menggerakkan digitalisasi untuk mengurangi penggunaan sumber daya yang tidak ramah lingkungan. Melalui digitalisasi, penggunaan kertas ketika rapat semakin berkurang karena dokumen lebih kerap dibagikan secara digital.

“Digitalisasi sangat membantu untuk menegaskan akan kesadaran lingkungan kita,” papar Fathul, dilansir dari laman UII.

Aksi lainnya adalah pembuatan embung yang dikerjakan secara kolektif bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beberapa waktu lalu.

“Semoga menjadi pintu kebaikan di masa yang akan datang. Ini ikhtiar kecil kami. Mudah-mudahan bumi seimbang dan terdapat ekosistem baru serta berkelanjutan ke depannya,” harap Fathul. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Kabupaten Slemantanam pohonUIIYogyakarta

Editor

Next Post
Kampoeng Cyber di Kota Yogyakarta. Foto Wanaloka.com

Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media