Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Varietas Padi untuk Lahan Rawa dan Kering di Luar Jawa Lewat Pemuliaan Tanaman

Perlu inovasi terus-menerus untuk menghasilkan bibit yang adaptif terhadap kondisi lingkungan yang berubah.

Sabtu, 1 Maret 2025
A A
Riset padi varieatas unggul lewat pemuliaan tanaman. Foto Dok. BRIN.

Riset padi varieatas unggul lewat pemuliaan tanaman. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemuliaan tanaman berperan penting dalam menciptakan varietas unggul yang mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrem, seperti kekeringan, salinitas, dan serangan hama. Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini berfokus pada perakitan bibit unggul baru dengan berbagai sifat keunggulan.

Pemulia Padi dari Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Aris Hairmansis menegaskan, bahwa inovasi dalam pemuliaan padi terus dikembangkan untuk memastikan produktivitas yang optimal dan keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia.

“Kami mengembangkan varietas yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit. Juga ada upaya untuk meningkatkan nilai gizi padi melalui biofortifikasi guna membantu mengatasi permasalahan stunting di Indonesia,” papar dia.

Baca juga: Ambil Sampel di SPBU Jabodetabek, Lemigas Klaim Kualitas BBM Sesuai Standar

Dalam perjalanannya, pemuliaan tanaman menghadapi berbagai tantangan. Perubahan iklim yang drastis menyebabkan kondisi pertanian semakin tidak menentu.

“Dampaknya tidak hanya pada lingkungan seperti kekeringan dan banjir, tetapi juga meningkatkan dinamika hama dan penyakit yang semakin sulit dikendalikan,” ungkap Aris.

Perlu inovasi terus-menerus untuk menghasilkan bibit yang adaptif terhadap kondisi lingkungan yang berubah. Aris menjelaskan, tim riset BRIN juga tengah mengembangkan varietas yang mampu bertahan di lahan pesisir dengan tingkat salinitas tinggi, serta varietas yang tahan terhadap genangan akibat anomali cuaca.

Baca juga: Etty Riani, Kontaminasi Mikroplastik di Perairan di Indonesia Belum Bisa Disebut Pencemaran

“Kami juga sedang mengembangkan varietas yang mampu bertahan terhadap multiple stress, yaitu kombinasi antara kekeringan dan salinitas, agar dapat digunakan di berbagai kondisi lahan,” papar dia.

Proses pemuliaan tanaman tidaklah instan. Butuh waktu sekitar lima tahun untuk menghasilkan varietas baru yang siap dipasarkan.

“Kami memulai dari eksplorasi plasma nutfah, lalu melakukan persilangan dan seleksi bertahap di rumah kaca serta di lahan pertanian dengan kondisi ekstrem,” jelas Aris.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINpemuliaan tanamanperubahan iklimvarietas unggul

Editor

Next Post
Pendaki Elsa (paling depan) dan Lilie (di belakangnya) usai memasang plakat untuk penghormatan sahabatnya yang meninggal di Puncak Cartensz, Timika, Papua, 28 Februari 2025. Foto @rropz/X.

Rombongan Pendaki Puncak Cartensz Diserang Hipotermia Akibat Cuaca Buruk, Dua Orang Meninggal

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media