Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rombongan Pendaki Puncak Cartensz Diserang Hipotermia Akibat Cuaca Buruk, Dua Orang Meninggal

Pendaki Lilie Wijayati menutup penjalanan tujuh pendakiannya usai turun dari gunung tertinggi di Indonesia, Puncak Cartensz karena meninggal dunia akibat hipotermia.

Minggu, 2 Maret 2025
A A
Pendaki Elsa (paling depan) dan Lilie (di belakangnya) usai memasang plakat untuk penghormatan sahabatnya yang meninggal di Puncak Cartensz, Timika, Papua, 28 Februari 2025. Foto @rropz/X.

Pendaki Elsa (paling depan) dan Lilie (di belakangnya) usai memasang plakat untuk penghormatan sahabatnya yang meninggal di Puncak Cartensz, Timika, Papua, 28 Februari 2025. Foto @rropz/X.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dua perempuan pendaki, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, keduanya akan berumur 60 tahun, meninggal dunia karena kedinginan di Puncak Cartens, dekat Timika, Papua. Rombongan ini sudah mencapai summit Puncak Cartenz setinggi 4884 mdpl itu pada Kamis 27 Februari.

“Perlu dua hari buat turun, mencapai Lembah Kuning. Lilie dan Elsa collapse, meninggal dunia,” demikian cuitan jurnalis Andreas Harsono dalam akun X-nya, Sabtu, 2 Maret 2025.

Jenasah keduanya berada di Lembah Kuning. Jenasah Elsa lebih dulu dievakuasi dana tiba di Timika. Jenazah Lilie dievakuasi ke rumah sakit pada 3 Maret 2025. Selain Lilie dan Elsa, tiga pendaki lainnya juga terkena hipotermia.

Baca juga: Varietas Padi untuk Lahan Rawa dan Kering di Luar Jawa Lewat Pemuliaan Tanaman

“Kesehatan mereka sudah membaik dan menunggu evakuasi,” imbuh Andreas.

Berdasarkan kronologi yang disusun, ketiga pendaki yang semunya Warga Negara Indonesia (WNI) itu mengalami hipotermia akibat cuaca buruk. Hujan salju turun disertai hujan deras dan angin kencang.

Lilie dan Elsa diketahui meninggal di Teras Dua, saat perjalanan turun dari Puncak Cartenz akibat cuaca buruk. Sedangkan tiga pendaki lainnya yang selamat, yakni Indira Alaika, Alvin Reggy dan Saroni sempat terjebak cuaca buruk sehingga terpaksa bermalam di area Summit Ridge di dekat puncak. Sembari menunggu tim rescue tiba esok harinya.

Baca juga: Ambil Sampel di SPBU Jabodetabek, Lemigas Klaim Kualitas BBM Sesuai Standar

Dua rombongan korban

Berdasarkan keterangan kronologi dari tautan Google Doc yang beredar lewat X, Lilie, Elsa, Saroni dan Lody Hidayanto diketahui berangkat dari Bandara Moses Kilangin, Timika, Rabu, 26 Februari 2025 pukul 07.16 WIT. Mereka menuju Base Camp Yellow Valley Cartensz Pyramid dengan menggunakan helikopter.

Kemudian pukul 07.34 WIY, rombongan kedua menyusul dari Bandara Moses Kilangin. Mereka adalah Musisi Fiersa Besari, Furki Rahmi Syahroni dan Indira Alaika.

Di base camp, mereka melakukan aklimatisasi selama dua hari. Dilanjutkan latihan teknis berupa teknik ascending dan descending hingga di Teras Satu pada 27 Februari 2025.

Baca juga: Etty Riani, Kontaminasi Mikroplastik di Perairan di Indonesia Belum Bisa Disebut Pencemaran

Rombongan pendaki tersebut berjumlah 20 orang, meliputi 5 pemandu, 7 pendaki WNI, 6 pendaki WNA, 2 pendaki Taman Nasional Lorentsz. Mereka berangkat untuk melakukan summit dari base camp ke Puncak Cartensz pada pukul 04.00 WIT.

Pukul 10.51 WIT, mereka melakukan penyeberangan di jembatan Tyrollean. Pukul 14.00 WIT, pendaki terakhir mencapai Puncak Cartensz. Sayangnya, baterai pesawat handy talkie,sehingga komunikasi terputus.

Pukul 19.30 WIT, Rusaln dan Abdullah yang sudah turun lebih awal menyampaikan, bahwa semua pendaki sudah summit. Namun ada satu pendaki yang Bernama Indira mengalami gejala hipotermia di area dekat puncak saat perjalanan turun.

Baca juga: Fraksi Demokrat Minta Menhut Tunjukkan Lokasi 20,6 Juta Ha untuk Pangan dan Energi

Salah satu guide WNI, Nurhuda tiba di basecamp seorang diri dengan gejala hypothermia. Ia minta bantuan tim BC. Rencananya, setelah istirahat sebentar, ia akan kembali naik membantu pendaki lain yang masih berada di atas.

Usai mendapat kabar soal para pendaki yang terjebak cuaca buruk itu, Tim BC melakukan briefing untuk mengupayakan pertolongan terhadap korban sekitar pukul 20.45 WIT.

Pukul 21.48 WIT, pemandu lokal, Yustinus Sondegau berusaha naik untuk mencapai titik lokasi survivor di Summit Ridge di mana korban atas nama Indira, Alvin Reggy dan Saroni berada. Ia membawa bantuan emergency, berupa sleeping bag, fly sheet, air panas dan radio.

Baca juga: Mohammad Adib, Wujudkan Keadilan Lingkungan Lewat Antropologi Ekologi

Namun upaya itu terhenti karena cuaca semakin memburuk. Ia terpaksa turun dengan meninggalkan seluruh peralatan yang dibawa di teras besar. Saat turun, Yustinus bertemu Lody Hidayanto, kemudian menampinginya hingga ke basecamp.

Pukul 22.33 WIT, pemandu asal Nepal, Dawa Gyalje Sherpa juga naik untuk memberikan pertolongan. Ia berhenti di teras dua untuk memberikan pertolonan terhadap Lilie dan Elsa yang akhirnya meninggal.

Pukul 22.48 WIT, Fiersa dan Furky tiba di basecamp.

Baca juga: Bahlil Minta Daerah Permudah Perizinan Eksplorasi Migas Demi Ketahanan Energi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Base Camp Yellow Valley Cartensz Pyramidcuaca burukhipotermiaPuncak CartenszTimika

Editor

Next Post
Hutan mahasiswa di kawasan KHDTK UGM di Ngawi, Jawa Timur. Foto Dok. UGM.

Ada Pohon Cabe Jamu hingga Gamal di Hutan Mahasiswa UGM di Ngawi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media