Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Viral Boneka Arwah, Kalau di Jawa Dikenal dengan Jalangkung

Boneka arwah bukan fenomena baru. Di Jawa sudah dikenal permainan boneka Jalangkung. Biasanya, kemunculan hal-hal supranatural itu ketika masa krisis berlangsung.

Rabu, 5 Januari 2022
A A
Selebritas Ivan Gunawan dan kedua bonekanya. Foto Instagram @ivan_gunawan.

Selebritas Ivan Gunawan dan kedua bonekanya. Foto Instagram @ivan_gunawan.

Share on FacebookShare on Twitter

Juga ada kepercayaan, bahwa orang-orang tertentu yang hanya bisa memainkan boneka arwah itu sesuai pemahaman dan kepercayaan masyarakat lingkungannya.

“Mungkin terbiasa saja bermain boneka arwah seperti Jalangkung itu,” pungkas Tundjung.

Sejak zaman Mesolitikum
Dia menjelaskan, boneka arwah dalam mitologi Jawa erat kaitannya dengan perkembangan animisme dan dinamisme. Sementara dalam berbagai khasanah dan pustaka sejarah disebutkan sejak zaman Mesolitikum sudah muncul kepercayaan terhadap kekuatan roh.

Kemudian, hadirnya paham Hindu-Budha semakin memperkaya kepercayaan terhadap roh yang sebelumnya sudah ada. Menurut Tundjung, hal tersebut mendorong manusia untuk hidup dan membangun harmonisasi dengan entitas roh.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Hasil harmonisasi itulah yang melahirkan perilaku menghadirkan roh dalam visualisasi diri orang dan boneka atau benda bertuah. Ia menyampaikan, kisah dalam dunia pewayangan juga memperkuat kepercayaan penjelmaan roh pada alam kehidupan duniawi.

“Kisah pewayangan tokoh Bambang Ekalaya yang menciptakan patung Durna sebagai visualisasi guru yang mahir mengajarkan memanah dan lebih unggul daripada Arjuna yang berguru kepada Durna secara biologis,” terang dosen Program Studi (Prodi) S-1 Ilmu Sejarah FIB UNS ini.

Muncul saat masa krisis
Menurut Tundjung, tidak ada momentum khusus yang merujuk pada kepopuleran boneka arwah.
“Tapi biasanya penggunaan kekuatan spiritual dalam konteks historis perilaku sering kali muncul saat masa-masa krisis,” kata Tundjung.

Ia mencontohkan, ketika terjadi krisis ekonomi pada 1929, muncul dan populer visualisasi makhluk halus yang disebut dengan Nyi Blorong. Kemudian pada era revolusi Indonesia pascakemerdekaan, mulai muncul banyak aliran kebatinan yang menjadi era suburnya kepercayaan terhadap kekuatan supranatural.

Baca Juga: Baboe Mengalami Diskriminasi Sekaligus Diperlakukan Sama oleh Keluarga Kolonial

Konstruksinya hampir sama bahwa boneka arwah itu tetap ada dari dulu hingga sekarang sebagaimana era yang diklasifikasikan sebagai era ontologi seperti saat ini.

“Faktanya, era mistis masih selalu ada dan berkembang sesuai konteks zamannya,” ujar Tundjung. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: boneka arwahCa Lai GongFIB UNSIvan GunawanJalangkungJawakebudayaan Jawamitologi JawaNini ThowongNyi BlorongselebritassupranaturalTundjung Wahadi SutirtoUNS

Editor

Next Post
Ilustrasi bawang merah. Foto Hans/pixabay.com.

Atasi Kulit Gatal dan Berminyak dengan Sabun Kulit Bawang Merah

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media