Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis

Gejala awal infeksi virus Nipah kerap tidak khas sehingga sulit dikenali sejak awal dan berpotensi terlambat terdiagnosis secara klinis.

Selasa, 10 Februari 2026
A A
Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.

Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Perjalanan penyakitnya bisa cepat memburuk, sehingga kewaspadaan sejak fase awal sangat penting,” tutur Edwin.

Belajar dari penanganan Covid-19

Hingga kini belum ditemukan laporan kasus pada manusia di Indonesia. Namun faktor risiko tetap perlu diperhatikan karena Indonesia berada di wilayah ekologi yang serupa dengan negara endemis.

Keberadaan reservoir alami virus Nipah di kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu aspek penting. Selain itu, wabah masih tercatat terjadi di sejumlah negara tetangga.

Baca juga: Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 

“Potensi spillover tetap ada meski risikonya saat ini masih dinilai rendah,” kata dia.

Apabila ditemukan pasien dengan gejala yang mengarah ke virus Nipah, rumah sakit rujukan akan mengikuti protokol penanganan penyakit infeksi emerging. Langkah awal meliputi identifikasi kasus berdasarkan riwayat paparan dan perjalanan pasien. Isolasi segera dilakukan dengan penerapan kewaspadaan standar dan transmisi. Tenaga kesehatan juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri secara lengkap.

“Penanganan awal mencakup isolasi, pelaporan cepat, pemeriksaan laboratorium molekuler, serta terapi suportif intensif,” imbuh dia.

Indonesia telah memiliki sistem surveilans penyakit infeksi emerging serta jejaring rumah sakit rujukan di berbagai daerah. Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 dan flu burung turut memperkuat kesiapan sistem kesehatan nasional. Namun penguatan kapasitas ruang isolasi dan sumber daya manusia masih dibutuhkan di sejumlah wilayah. Upaya kewaspadaan tetap perlu dibarengi edukasi publik yang proporsional.

“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dengan menerapkan langkah pencegahan sederhana,” pesan Edwin. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Covid-19FK-KMK UGMSistem Saraf PusatVirus Nipah

Editor

Next Post
Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.

Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media