Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Warga Gili Meno Hadapi Krisis Air Bersih dan Kerusakan Terumbu Karang

Darurat air bersih di Gili Meno sudah berlangsung sekitar enam bulan. Pasokan air bersih yang menjadi hak dasar masyarakat, kini berubah menjadi komoditas mahal yang harus dibeli dari daratan.

Jumat, 11 Oktober 2024
A A
Masyarakat Gili Meno, NTB menolak proyek yang merusak lingkungan hidup. Foto Walhi NTB.

Masyarakat Gili Meno, NTB menolak proyek yang merusak lingkungan hidup. Foto Walhi NTB.

Share on FacebookShare on Twitter

PT TCN harus segera menghentikan seluruh aktivitasnya di Gili Meno dan Gili Trawangan. Krisis di Gili Trawangan dan Gili Meno menunjukkan kegagalan negara dalam melindungi lingkungan dan hak masyarakat atas air bersih.

Sementara pencabutan izin oleh KKP adalah langkah tepat. Namun penegakan hukum yang tegas harus mengikuti, terutama terhadap perusahaan yang terus beroperasi secara ilegal. Pelanggaran dan pencemaran yang dilakukan PT TCN seharusnya dihentikan total dan harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang telah ditimbulkan. KPK juga perlu memperluas penyelidikannya untuk mengungkap kemungkinan adanya praktik korupsi dalam proses perizinan PT TCN dan perusahaan terkait.

Kedua, rehabilitasi ekosistem terumbu karang

PT TCN harus bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan dan diwajibkan untuk melakukan rehabilitasi ekosistem terumbu karang yang telah rusak. Kegiatan rehabilitasi ini harus melibatkan ahli biologi kelautan dan masyarakat lokal untuk memastikan keberlanjutan ekosistem di masa depan.

Baca Juga: Lonjakan Sampah Plastik Diprediksi Jadi 38,42 Persen pada 2050

Ketiga, pemenuhan hak atas air bersih

Pemerintah harus memastikan hak warga Gili Meno atas akses air bersih yang terjangkau dan aman. Darurat air bersih tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi yang jelas.

Keempat, penghentian intimidasi terhadap warga.

Aparat penegak hukum harus berhenti mengintimidasi warga yang kritis terhadap PT TCN. Pemerintah harus melindungi hak asasi masyarakat untuk menyuarakan pendapat dan memperjuangkan lingkungan hidup yang sehat tanpa rasa takut.

Kelima, penegakan hukum yang tegas dan transparan

Baca Juga: Masyarakat Pesisir Bahas Keberlanjutan Kelestarian Ekosistem Pesisir Rezim Baru

KPK dan lembaga terkait harus melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan korupsi dalam proses perizinan PT TCN. Transparansi harus ditegakkan dalam setiap tahapan proses hukum terkait perusahaan ini agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

Keenam, penyediaan solusi jangka panjang untuk air bersih

Pemerintah harus mencari solusi jangka panjang untuk krisis air bersih di Gili Meno, tanpa merusak ekosistem laut dan sumber daya alam. Solusi tersebut harus inklusif dan melibatkan masyarakat setempat dalam pengambilan keputusan.

Ketujuh, perjuangan untuk masa depan yang berkelanjutan

Baca Juga: Pri Utami, Pemanfaatan Energi Geothermal Masih 11 Persen dari Total Potensi 40 Persen di Indonesia

Aksi warga Gili Meno ini bukan hanya tentang penolakan terhadap PT TCN, tetapi juga merupakan perjuangan lebih luas untuk mempertahankan hak atas air bersih dan lingkungan yang sehat. Dengan dukungan Walhi NTB, warga berharap perjuangan mereka dapat membawa perubahan nyata, baik dari sisi kebijakan lingkungan maupun perlindungan hak asasi.

Mereka berkomitmen untuk terus melawan sampai pemerintah dan pihak berwenang merespon tuntutan mereka dengan langkah-langkah konkret yang berkelanjutan. [WLC02]

Sumber: Walhi

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gili Menokerusakan terumbu karangkrisis air bersihNusa Tenggara Barat

Editor

Next Post
Terumbu karang di Gili Meno, NTB yang mengalami kerusakan. Foto Walhi NTB.

Cara Pemulihan Ekosistem Terumbu Karang Lewat Mikrofragmentasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media