Rabu, 30 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pri Utami, Pemanfaatan Energi Geothermal Masih 11 Persen dari Total Potensi 40 Persen di Indonesia

Ada dua hal mendasar yang harus dilakukan, yaitu peningkatan kualitas data eksplorasi dan peningkatan pemahaman masyarakat.

Senin, 7 Oktober 2024
A A
Pakar Energi Geothermal dari Teknik Geologi UGM, Pri Utami. Foto Dok. UGM.

Pakar Energi Geothermal dari Teknik Geologi UGM, Pri Utami. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemanfaatan energi geothermal disebut baru 11 persen dari total potensi energi geothermal di Indonesia, yakni 40 persen dari potensi dunia, yakni 23.965,5 Mega Watt (MW). Potensi geothermal ini tersebar merata di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Pakar Energi Geothermal dari Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Pri Utami menyatakan energi panas bumi berpeluang mencukupi kebutuhan energi nasional sekaligus menurunkan produksi emisi karbon. Sebagaimana didengungkan pemerintah, bahwa fokus agenda transisi energi adalah menurunkan penggunaan energi fosil dan mendorong transisi ke energi yang lebih rendah karbon, salah satunya adalah energi geothermal.

Menurut Pri, panggilan akrabnya, belum maksimalnya pemanfaatan energi geothermal karena pemerintah memerlukan data yang lebih akurat tentang potensi-potensi energi panas bumi di Indonesia. Mengingat keberadaan potensi panas bumi sangat minim terlihat di permukaan. Butuh inovasi teknologi eksplorasi.  Ia memberikan sejumlah rekomendasi bagi pemerintah agar proyek berjalan aman dan tepat sasaran.

Baca Juga: Walhi Menduga Penggeledahan KLHK Terkait Dugaan Korupsi Pemutihan Sawit di Kawasan Hutan

“Ada dua hal mendasar yang harus dilakukan, yaitu peningkatan kualitas data eksplorasi dan peningkatan pemahaman masyarakat,” kata Pri, Jumat, 4 Oktober 2024.

Lebih jauh ia menjelaskan, ada tiga jenis sistem panas bumi berdasarkan kandungan energinya. Meliputi sistem panas bumi berentalpi tinggi, menengah, dan rendah.

“Panas bumi berentalpi tinggi akan menyebarkan suhu panas ke lingkungan sekitarnya. Kita dapat mengekstrak panas yang dibawa oleh air dan uap sebagai pembangkit listrik,” jelas dia.

Baca Juga: Atasi Krisis Planet, Para Ahli Desak Rekonstruksi Aturan Hukum Lingkungan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Emisi karbonenergi baru terbarukanenergi geothermalpembangkit listrik tenaga panas bumiPri Utami

Editor

Next Post
Perempuan pesisir laut menuntut keadilan akses air bersih. Foto Just-In WASH Coalition Indonesia.

Masyarakat Pesisir Bahas Keberlanjutan Kelestarian Ekosistem Pesisir Rezim Baru

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media