Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan

Senin, 17 Agustus 2026
A A
Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

 Bagi masyarakat, kawasan karst Pracimantoro bukan sekadar hamparan batu kapur yang dapat diambil untuk bahan baku industri. Karst adalah bagian dari ruang hidup. Di dalamnya terdapat tanah yang digunakan masyarakat untuk bertani, sumber-sumber air, tumbuhan, hewan, serta kehidupan sosial masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Mengubah kawasan tersebut menjadi wilayah pertambangan dan industri berarti mempertaruhkan keberlanjutan kehidupan yang selama ini dibangun masyarakat.

Warga meminta agar pemerintah melihat persoalan ini bukan semata-mata dari sisi investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sisi keselamatan ekologis, keberlanjutan pertanian, ketersediaan air, serta masa depan masyarakat.

“Petani yang bangun sebelum matahari terbit, mengolah tanah, menanam benih, menghadapi kekeringan, hujan, hama, dan ketidakpastian harga, mereka juga sedang menjaga Indonesia. Ketika petani mempertahankan ladangnya, ketika masyarakat mempertahankan ruang hidupnya, mereka bukan sedang melawan pembangunan. Mereka sedang menjaga kehidupan,” papar Katiman.

Perjuangan warga belum selesai

Warga Pracimantoro telah berulang kali menyampaikan sikap, melakukan audiensi, berdialog dengan pemerintah, dan menyampaikan tuntutan agar ruang hidup masyarakat dilindungi. Namun perjuangan tersebut belum selesai.

Warga masih menunggu sikap yang tegas dan berpihak pada keselamatan ruang hidup masyarakat. Dialog saja tidak cukup jika pada akhirnya keputusan tetap mengabaikan suara warga.

“Kami ingin mewariskan tanah yang masih bisa ditanami. Air yang masih bisa dikonsumsi. Alam yang masih bisa dihuni. Dan kehidupan yang masih bisa diperjuangkan. Karena mencintai Indonesia bukan selalu harus mengatakan “iya” kepada kekuasaan. Mencintai Indonesia terkadang berarti berani mengatakan “tidak” ketika sesuatu mengancam keadilan dan kehidupan kami,” tegas dia.

Partisipasi masyarakat juga tidak boleh sekadar menjadi formalitas dalam proses pembangunan. Masyarakat yang akan menanggung dampak harus ditempatkan sebagai pihak yang memiliki hak untuk didengar dan dilibatkan secara bermakna dalam setiap keputusan mengenai tanah dan lingkungan tempat mereka hidup. MERDEKA! [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Hari Kemerdekaan RIIndustri EkstraktifKabupaten WonogiriWarga Pracimantoro

Editor

Next Post
Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media