Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan

Senin, 17 Agustus 2026
A A
Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

 Bagi masyarakat, kawasan karst Pracimantoro bukan sekadar hamparan batu kapur yang dapat diambil untuk bahan baku industri. Karst adalah bagian dari ruang hidup. Di dalamnya terdapat tanah yang digunakan masyarakat untuk bertani, sumber-sumber air, tumbuhan, hewan, serta kehidupan sosial masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Mengubah kawasan tersebut menjadi wilayah pertambangan dan industri berarti mempertaruhkan keberlanjutan kehidupan yang selama ini dibangun masyarakat.

Warga meminta agar pemerintah melihat persoalan ini bukan semata-mata dari sisi investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sisi keselamatan ekologis, keberlanjutan pertanian, ketersediaan air, serta masa depan masyarakat.

“Petani yang bangun sebelum matahari terbit, mengolah tanah, menanam benih, menghadapi kekeringan, hujan, hama, dan ketidakpastian harga, mereka juga sedang menjaga Indonesia. Ketika petani mempertahankan ladangnya, ketika masyarakat mempertahankan ruang hidupnya, mereka bukan sedang melawan pembangunan. Mereka sedang menjaga kehidupan,” papar Katiman.

Perjuangan warga belum selesai

Warga Pracimantoro telah berulang kali menyampaikan sikap, melakukan audiensi, berdialog dengan pemerintah, dan menyampaikan tuntutan agar ruang hidup masyarakat dilindungi. Namun perjuangan tersebut belum selesai.

Warga masih menunggu sikap yang tegas dan berpihak pada keselamatan ruang hidup masyarakat. Dialog saja tidak cukup jika pada akhirnya keputusan tetap mengabaikan suara warga.

“Kami ingin mewariskan tanah yang masih bisa ditanami. Air yang masih bisa dikonsumsi. Alam yang masih bisa dihuni. Dan kehidupan yang masih bisa diperjuangkan. Karena mencintai Indonesia bukan selalu harus mengatakan “iya” kepada kekuasaan. Mencintai Indonesia terkadang berarti berani mengatakan “tidak” ketika sesuatu mengancam keadilan dan kehidupan kami,” tegas dia.

Partisipasi masyarakat juga tidak boleh sekadar menjadi formalitas dalam proses pembangunan. Masyarakat yang akan menanggung dampak harus ditempatkan sebagai pihak yang memiliki hak untuk didengar dan dilibatkan secara bermakna dalam setiap keputusan mengenai tanah dan lingkungan tempat mereka hidup. MERDEKA! [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Hari Kemerdekaan RIIndustri EkstraktifKabupaten WonogiriWarga Pracimantoro

Editor

Next Post
Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media