Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Wisata Berburu Cacing di NTB

NTB kaya akan wisata alam. Mulai dari menikmati sunset di Bukit Merese, bertandang ke rumah adat Suku Sasak, higga berburu cacing.

Minggu, 12 Februari 2023
A A
Festival Bau Nyale di NTB.Foto dok. BPK Penabur.

Festival Bau Nyale di NTB.Foto dok. BPK Penabur.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: GARCHOC, Bawang Putih Rasa Cokelat untuk Imunitas Tubuh

Desa Adat Sade

Untuk mengenal budaya lokal NTB, wistawan bisa berkunjung ke Desa Adat Sade. Salah satu desa wisata di NTB ini berada di Rembitan, Lombok Tengah. Di sana bisa melihat langsung keseharian masyarakat Suku Sasak. Salah satunya menenun kain yang menjadi cenderamata khas dari Desa Sade.

Rumah adat Suku Sasak adalah salah satu yang unik. Dindingnya terbuat dari anyaman dengan atap alang-alang kering. Sementara bagian lantai rumahnya terbuat dari campuran kotoran kerbau, tanah liat, dan jerami.

Baca Juga: Tanggul Limbah Batu Bara di Malinau dan Bunyu Jebol Berulangkali, Jatam Desak Pemerintah Cabut Izin

Festival Bau Nyale

Destinasi yang tak kalah unik adalah berkunjung ke Pantai Kuta dan Pantai Seger. Wisatawan bisa mencoba tradisi menangkap cacing di sekitar pantai. Tradisi yang dikenal dengan istilah Bau Nyale ini akan diadakan setiap tanggal 20 bulan 10 menurut penanggalan Suku Sasak. Dalam penanggalan Masehi sekitar Februari atau Maret.

Masyarakat Sasak percaya, tradisi berburu nyale dapat mendatangkan kesejahteraan. Cacing hasil perburuan akan ditaburkan di sawah-sawah atau diolah menjadi makanan. [WLC02]

Sumber: Kemenparekraf

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bau NyaleBukit MereseDesa Adat SadeGili NangguKemenparekrafNusa Tenggara Barat

Editor

Next Post
Gempa kembali mengguncang Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat, pada Senin tengah malam, 13 Februari 2023. Foto tangkap layar Google Earth, pusat gempa magnitudo 5,3 di Ransiki berdasarkan titik koordinat BMKG.

Gempa 5,3 Magitudo kembali Guncang Ransiki Manokwari Selatan Papua Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media