Selasa, 16 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

World Water Forum 2024, Walhi Bali: Stop Proyek Merusak Subak

Di saat digelarnya World Water Forum ke-10 tahun 2024 di Bali, organisasi nonpemerintah, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyerukan dihentikannya proyek yang merusak subak dan rakus air.

Minggu, 19 Mei 2024
A A
Presiden Jokowi menghadiri Welcoming Dinner World Water Forum 2024 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Minggu malam, 19 Mei 2024. Foto worldwaterforum.org.

Presiden Jokowi menghadiri Welcoming Dinner World Water Forum 2024 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Minggu malam, 19 Mei 2024. Foto worldwaterforum.org.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Presiden Joko Widodo berharap penyelenggaraan World Water Forum 2024 (ke-10) yang dilaksanakan di Bali dapat menuntun seluruh negara di dunia berkolaborasi dalam mencari solusi permasalahan air global.

Fokusnya dalam akses air bersih dan sanitasi sehingga seluruh elemen masyarakat dapat menikmati sumber daya air untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Forum itu sangat penting, karena bisa menuntun kita menciptakan kolaborasi bersama untuk mengakses air bersih dan sanitasi untuk semua orang,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam seremoni Welcoming Dinner World Water Forum 2024 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Minggu malam, 19 Mei 2024.

Presiden meyakini dengan pertemuan antar-negara dari berbagai pelosok pada World Water Forum 2024 ini, akan membuka peluang para pemangku kepentingan, saling berinteraksi dalam setiap rangkaian pertemuan terkait persoalan air dan lingkungan.

Baca Juga: Akankah WWF ke-10 di Bali Menjadi Solusi Krisis Air Dunia?

Interaksi yang terbangun dalam rangkaian kegiatan tersebut, jelas Presiden Jokowi, tentunya akan menghasilkan berbagai ide maupun usulan berkaitan dengan penyelesaian berbagai permasalahan tentang akses air dan sanitasi.

“Terbangun spirit kebersamaan dalam menyikapi permasalahan air global,” tutur Jokowi.

Diketahui, agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum ke-10 diawali dengan jamuan santap malam bagi para pemimpin dan delegasi di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kabupaten Badung.

KTT World Water Forum ke-10 itu akan secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo melalui upacara pembukaan yang akan digelar di Bali International Convention Center (BICC), Senin, 20 Mei 2024.

Baca Juga: Penyuara Kerusakan Lingkungan Kembali Dibungkam, Trio Penjaga Hutan Mangrove Langkat Dibui  

Presiden juga dijadwalkan untuk melakukan sejumlah pertemuan bilateral di sela-sela KTT World Walter Forum. World Water Forum 2024 sendiri berlangsung sejak 18 hingga 25 Mei 2024 di Nusa Dua, Bali.

Stop Proyek Merusak Subak dan Rakus Air

Menanggapi perhelatan konferensi internasional World Water Forum 2024, Direktur Walhi Bali Made Krisna Dinata mengatakan, jika di Bali banyak pembangunan infrastruktur yang mengdegradasi bahkan menghilangan subak atau sistem irigasi tradisional air di Bali.

Dia menyebutkan kebijakan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang terbentang dari Gilimanuk hingga Mengwi sepanjang 96,21 km akan menerabas 480,54 hektar sawah produktif dan 98 wilayah subak yang ada di sepanjang wilayah tersebut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: krisis airsubaksumber daya airtata kelola airWalhi BaliWorld Water Forum 2024WWF 2024WWF ke-10

Editor

Next Post
Kondisi dampak banjir lahar dingin Gunung Marapi di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Foto BPBD Tanah Datar.

Bencana Lahar Sumbar, Data Terkini Korban Meninggal 61 Orang

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media