Rabu, 11 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Zulfiadi Zulhan, Produksi Logam Tanpa Jejak Karbon Lewat Reaktor Plasma Hidrogen

Salah satu kontributor kenaikan suhu Bumi adalah industri pengolahan logam menggunakan blast furnace yang menghasilkan emisi CO cukup banyak.

Sabtu, 26 Oktober 2024
A A
Pakar Teknik Metalurgi FTTM ITB, Prof. Zulfiadi Zulhan. Foto metallurgy.itb.ac.id.

Pakar Teknik Metalurgi FTTM ITB, Prof. Zulfiadi Zulhan. Foto metallurgy.itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Percobaan awal dilakukan dengan menggunakan bijih besi limonit (gutit). Dalam waktu satu menit, bijih tereduksi sebagian menjadi logam. Lalu, dalam waktu dua menit, bijih berhasil tereduksi sempurna menjadi logam.

Percobaan dilanjutkan menggunakan bijih nikel saprolit untuk menghasilkan feronikel. Dalam waktu 1,5 menit, dihasilkan feronikel dengan kandungan lebih dari 20 persen dan angka recovery mendekati 100 persen.

Baca Juga: Kementerian ESDM akan Genjot Lifting Minyak untuk Swasembada Energi

Percobaan terbaru adalah mencampurkan bijih nikel dan kromit untuk menghasilkan baja tahan karat. Dalam skala pabrik, proses produksi baja tahan karat membutuhkan waktu sangat panjang dan menggunakan berbagai alat.

Ia mencoba untuk mencampur 30 persen-35 persen bijih kromit dengan bijih nikel menggunakan satu alat dan berhasil menghasilkan baja tahan karat (stainless steel). Ia berharap, percobaan ini dapat dikembangkan ke skala pabrik.

Baca Juga: Disesalkan, Delegasi Indonesia Tolak Badan Permanen dan Pendanaan Langsung untuk Masyarakat Adat dalam COP 16 CBD

Zulfiadi memproyeksikan cita-cita pengolahan logam pada masa depan dengan membat mesin yang memanfaatkan artificial intelligence (AI). Mesin tersebut dapat menghasilkan berbagai jenis logam sesuai bahan yang dimasukkan penggunanya.

“Reaktor plasma hidrogen menggunakan green hydrogen dan sumber listrik EBT merupakan alternatif produksi logam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mari realisasikan pengolahan logam yang greener, cleaner, faster, smarter bersama,” ajak dia. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Artificial IntelligenceFTTM ITBjejak karbonProf. Zulfiadi Zulhanreaktor plasma hidrogenstainless steel

Editor

Next Post
Talkshow peringatan Hari Santri Nasional 2024 di Bantul, 27 Oktober 2024. Foto Istimewa.

Bumi Rusak, Dampak Manusia Abaikan Ibadah dengan Urusan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media