Rabu, 29 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

100 Hari Rezim Prabowo, YLBHI Catat Ada Mobilisasi Militer dalam Pelaksanaan PSN

YLBHI membuktikan Prabowo berusaha untuk menginjak demokrasi demi stabilitas kekuasaan lima tahun ke depan dengan menggandeng gerbong militer untuk mengurus urusan sipil.

Selasa, 21 Januari 2025
A A
Lahan proyek food estate yang memakan lahan hutan. Foto Dok. Greenpeace.

Lahan proyek food estate yang memakan lahan hutan. Foto Dok. Greenpeace.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Selasa, 21 Januari 2025 adalah genap 100 hari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. YLBHI mencatat Proyek Strategis Nasional (PSN) mulai diintensifkan dengan menggunakan suprastruktur birokrasinya berupa menteri berlatar belakang militer dan pengerahan aparatur pertahanan dan keamanan negara (tentara dan polisi). Mereka dikerahkan untuk melancarkan proses pembebasan lahan dan pengamanan proyek.

Selain itu, postur kementerian digemukkan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dinaikkan. Upaya ini dilakukan untuk merealisasikan program ambisius kenaikan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen.

Selama 100 hari ini, menurut YLBHI, setidaknya ada lima masalah serius dan mengarah pada penghancuran demokrasi, negara hukum, dan pengabaian hak asasi manusia.

Baca juga: Longsor dan Banjir Bandang di Pekalongan Menelan 17 Korban Jiwa

Pertama, PSN yang mulai diintensifkan dengan memobilisasi militer. Mobilisasi ini dilakukan dalam program makan siang gratis, food estate di Papua, dan Rempang Eco City. Ke depan keterlibatan tentara diprediksi juga akan terlihat dalam proyek deforestasi 20 juta hektare hutan untuk sawit.

Kedua, Penggelembungan APBN akibat pembengkakan kabinet dan program makan siang gratis. Data dari Buku Nota II Keuangan Beserta APBN Tahun Anggaran 2025 menunjukkan, belanja pegawai yang ditetapkan sebesar Rp521,4 triliun lebih besar dari tahun sebelumnya, yakni Rp460,8 triliun enunjukkan kenaikan jumlah beban keuangan negara tidak dapat ditanggulangi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 100 Hari Rezim Prabowofood estatemobilisasi militerPSNYLBHI

Editor

Next Post
Lahan gambut yang berbatasan dengan kebun sawit. Foto Dok. YKAN.

100 Hari Rezim Prabowo, Menteri Kehutanan dan Menteri ESDM Dapat Nilai Buruk

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media