Jumat, 28 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

100 Hari Rezim Prabowo, YLBHI Catat Ada Mobilisasi Militer dalam Pelaksanaan PSN

YLBHI membuktikan Prabowo berusaha untuk menginjak demokrasi demi stabilitas kekuasaan lima tahun ke depan dengan menggandeng gerbong militer untuk mengurus urusan sipil.

Selasa, 21 Januari 2025
A A
Lahan proyek food estate yang memakan lahan hutan. Foto Dok. Greenpeace.

Lahan proyek food estate yang memakan lahan hutan. Foto Dok. Greenpeace.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Selasa, 21 Januari 2025 adalah genap 100 hari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. YLBHI mencatat Proyek Strategis Nasional (PSN) mulai diintensifkan dengan menggunakan suprastruktur birokrasinya berupa menteri berlatar belakang militer dan pengerahan aparatur pertahanan dan keamanan negara (tentara dan polisi). Mereka dikerahkan untuk melancarkan proses pembebasan lahan dan pengamanan proyek.

Selain itu, postur kementerian digemukkan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dinaikkan. Upaya ini dilakukan untuk merealisasikan program ambisius kenaikan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen.

Selama 100 hari ini, menurut YLBHI, setidaknya ada lima masalah serius dan mengarah pada penghancuran demokrasi, negara hukum, dan pengabaian hak asasi manusia.

Baca juga: Longsor dan Banjir Bandang di Pekalongan Menelan 17 Korban Jiwa

Pertama, PSN yang mulai diintensifkan dengan memobilisasi militer. Mobilisasi ini dilakukan dalam program makan siang gratis, food estate di Papua, dan Rempang Eco City. Ke depan keterlibatan tentara diprediksi juga akan terlihat dalam proyek deforestasi 20 juta hektare hutan untuk sawit.

Kedua, Penggelembungan APBN akibat pembengkakan kabinet dan program makan siang gratis. Data dari Buku Nota II Keuangan Beserta APBN Tahun Anggaran 2025 menunjukkan, belanja pegawai yang ditetapkan sebesar Rp521,4 triliun lebih besar dari tahun sebelumnya, yakni Rp460,8 triliun enunjukkan kenaikan jumlah beban keuangan negara tidak dapat ditanggulangi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 100 Hari Rezim Prabowofood estatemobilisasi militerPSNYLBHI

Editor

Next Post
Lahan gambut yang berbatasan dengan kebun sawit. Foto Dok. YKAN.

100 Hari Rezim Prabowo, Menteri Kehutanan dan Menteri ESDM Dapat Nilai Buruk

Discussion about this post

TERKINI

  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media