Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada 16.312 Data Keanekaragaman Hayati Kurun 2020-2024 di Indonesia

Pendataan menjadi langkah penting untuk mengetahui status kelestarian spesies dan mencegah potensi kepunahan akibat kerusakan ekosistem yang tidak terpantau.

Selasa, 17 Februari 2026
A A
Padang lamun. Foto ugm.ac.id.

Padang lamun. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sepanjang tahun 2025, peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi 51 spesies baru. Penemuan tersebut terdiri atas 32 spesies baru fauna, 16 spesies baru flora, dan 3 spesies baru mikroba. Dari total penemuan tersebut, sebanyak 49 spesies berasal dari Indonesia, satu mikroalga dari Kaledonia Baru, dan satu krustasea dari Vietnam.

Mayoritas spesies yang ditemukan di Indonesia merupakan spesies endemik yang hanya hidup di habitat tertentu, sehingga memiliki nilai penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus upaya konservasi lingkungan. Temuan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia yang masih menyimpan kekayaan biodiversitas belum sepenuhnya terungkap.

Guru Besar Fakultas Biologi UGM sekaligus Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), Prof. Budi Setiadi Daryono menyebut pengumpulan data primer tersebut merupakan langkah penting dalam upaya eksplorasi lingkungan sekaligus menjadi acuan dalam menjaga ekosistem.

“Nah ini yang membuat kita senang, bahwa penentuan spesies itu sudah semakin presisi, datanya semakin valid dan terverifikasi. Jadi sebagai orang yang berkecimpung di bidang biodiversitas, justru ini yang harus didorong pemerintah melalui kegiatan-kegiatan eksplorasi,” ujar Budi, Jumat, 13 Februari 2026.

Baca juga: Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Peneliti BRIN Bagikan Strategi Mitigasi Darurat

Sebagian besar temuan merupakan spesies endemik yang hanya dijumpai di lokasi tertentu, sehingga memiliki nilai strategis dalam mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia. Keberadaan spesies endemik ini sekaligus menegaskan pentingnya eksplorasi dan pendataan biodiversitas secara berkelanjutan agar kekayaan hayati Indonesia dapat teridentifikasi sebelum terancam kerusakan lingkungan.

Langkah penting pendataan

Pendataan menjadi langkah penting untuk mengetahui status kelestarian spesies dan mencegah potensi kepunahan akibat kerusakan ekosistem yang tidak terpantau.

“Bahayanya kalau belum bisa mendata sementara ekosistemnya sudah rusak, kita tidak bisa mengetahui apakah spesies tersebut sudah punah atau belum karena kita tidak punya data,” ujar dia.

Dekan Fakultas Biologi UGM ini menuturkan persebaran biodiversitas di Indonesia tidak hanya berada di kawasan hutan, tetapi justru sebagian besar terdapat di wilayah laut. Dengan luas wilayah Indonesia yang didominasi perairan, pengumpulan data biodiversitas laut perlu menjadi prioritas utama karena hingga kini data yang tersedia masih terbatas dan belum tergarap secara optimal.

Baca juga: Monsun Asia Menguat, Waspada Potensi Hujan Lebat di Aceh hingga Papua

Pendataan yang komprehensif tidak hanya penting untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, tetapi juga untuk mengungkap potensi sumber daya hayati yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, termasuk untuk pengembangan ilmu pengetahuan, kesehatan, dan industri. Eksplorasi dan identifikasi biodiversitas laut perlu didukung melalui riset yang berkelanjutan serta kebijakan konservasi yang kuat.

“Biodiversitas di laut adalah emas tersembunyi. Jika data sudah lengkap, harus didorong untuk konservasi berkelanjutan dan melihat potensinya yang ke depan dapat bermanfaat bagi pengembangan industri,” ujar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Indeks Biodiversitas Indonesiakeanekaragaman hayatiKelestarian Ekosistem LautKOBIPRBE BRIN

Editor

Next Post
Pencemaran di sungai-sungai di Jabodetabek. Foto Dok. Walhi.

Pencemaran Sungai-sungai di Jabodetabek Berulang Setiap Tahun

Discussion about this post

TERKINI

  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media