Sabtu, 12 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Monsun Asia Menguat, Waspada Potensi Hujan Lebat di Aceh hingga Papua

Minggu, 15 Februari 2026
A A
Citra satelit terkait potensi monsun Asia yang menguat. Foto Dok. BMKG.

Citra satelit terkait potensi monsun Asia yang menguat. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan hasil analisis terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi penguatan monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Kondisi ini diperkuat aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Indian Ocean, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Penguatan monsun Asia itu berpotensi meningkatkan curah hujan yang akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 21 Februari 2026. Fenomena dinamika atmosfer yang bergerak dinamis memicu pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian utara.

Baca juga: Wilayah Sumatra Banjir Lagi, Pencabutan Izin Korporasi Harus Ada Keterbukaan Informasi

“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sepanjang periode 15-21 Februari 2026,” kata Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, Ahad, 15 Februari 2026.

Pada 15 – 16 Februari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DK Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua. Memasuki 17 – 18 Februari, potensi tersebut masih membayangi wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Sedangkan pada 19 Februari wilayah yang perlu diwaspadai adalah wilayah Kep. Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. Pada tanggal 20-21 Februari potensi masih berlanjut utamanya di wilayah Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGCuaca EkstremMonsun Asiapotensi hujan lebat

Editor

Next Post
Peneliti BRIN melakukan penelitian di Sungai Cisadane. Foto Dok. BRIN.

Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Peneliti BRIN Bagikan Strategi Mitigasi Darurat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media