Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada 16.312 Data Keanekaragaman Hayati Kurun 2020-2024 di Indonesia

Pendataan menjadi langkah penting untuk mengetahui status kelestarian spesies dan mencegah potensi kepunahan akibat kerusakan ekosistem yang tidak terpantau.

Selasa, 17 Februari 2026
A A
Padang lamun. Foto ugm.ac.id.

Padang lamun. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah ancaman kepunahan akibat kerusakan lingkungan, penemuan ini menjadi angin segar bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Dalam penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia, per;u sedikitnya delapan indikator utama. Meliputi sensus populasi spesies, estimasi populasi, kelengkapan populasi, indeks populasi, biomassa, catch per unit effort, serta indikator pendukung lainnya seperti proxies.

Indikator utama Indeks biodiversitas tersebut berperan penting untuk mengetahui kondisi dan perkembangan keanekaragaman hayati dari waktu ke waktu. Data tersebut digunakan untuk melihat status spesies, apakah terancam atau sudah punah. Selain itu, indeks ini juga dapat menunjukkan tren jumlah populasi sehingga dapat diketahui langkah penanganan yang tepat.

Baca juga: Wilayah Sumatra Banjir Lagi, Pencabutan Izin Korporasi Harus Ada Keterbukaan Informasi

Selama ini, data biodiversitas Indonesia penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) sebenarnya telah tersedia di berbagai institusi seperti kementerian, lembaga riset, dan perguruan tinggi. Namun belum terkelola secara terpadu dan sulit diakses publik.

Kehadiran KOBI bertujuan menghimpun, mengelola, serta menyusun data tersebut menjadi indeks biodiversitas nasional yang dapat digunakan untuk memantau status dan tren keanekaragaman hayati di Indonesia.

Pada rentang tahun 2020 hingga 2024 terdata 16.312 data keanekaragaman hayati yang terdiri dari 1.912 famili, 4.606 genus, dan 7.904 spesies. Kolaborasi KOBI bersama dengan UGM merupakan langkah strategis dalam pengembangan data keanekaragaman hayati nasional.

“Kami mencoba menghimpun dan mengelola data tersebut agar bisa menjadi indeks biodiversitas nasional,” ucap dia.

Baca juga: Banjir Bandang menjadi Alarm Ekosistem Hutan yang Runtuh

Budi berharap pengembangan data biodiversitas di Indonesia ke depan dapat terus diperkuat melalui dukungan pemerintah, terutama dalam kegiatan eksplorasi dan pendataan di wilayah yang masih minim informasi, termasuk kawasan laut. Data biodiversitas yang lengkap dapat menjadi dasar penting dalam kebijakan konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk melengkapi data keanekaragaman hayati serta menjaga kelestarian ekosistem.

“Kami berharap data-data biodiversitas yang sudah ada terus dilengkapi, baik melalui data sekunder maupun data primer dari hasil eksplorasi. Negara perlu mensupport para ilmuwan dan pemerhati lingkungan agar kekayaan hayati Indonesia dapat terungkap dan tetap terjaga,” kata Budi. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Indeks Biodiversitas Indonesiakeanekaragaman hayatiKelestarian Ekosistem LautKOBIPRBE BRIN

Editor

Next Post
Pencemaran di sungai-sungai di Jabodetabek. Foto Dok. Walhi.

Pencemaran Sungai-sungai di Jabodetabek Berulang Setiap Tahun

Discussion about this post

TERKINI

  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media