Kamis, 9 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada 16.312 Data Keanekaragaman Hayati Kurun 2020-2024 di Indonesia

Pendataan menjadi langkah penting untuk mengetahui status kelestarian spesies dan mencegah potensi kepunahan akibat kerusakan ekosistem yang tidak terpantau.

Selasa, 17 Februari 2026
A A
Padang lamun. Foto ugm.ac.id.

Padang lamun. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah ancaman kepunahan akibat kerusakan lingkungan, penemuan ini menjadi angin segar bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Dalam penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia, per;u sedikitnya delapan indikator utama. Meliputi sensus populasi spesies, estimasi populasi, kelengkapan populasi, indeks populasi, biomassa, catch per unit effort, serta indikator pendukung lainnya seperti proxies.

Indikator utama Indeks biodiversitas tersebut berperan penting untuk mengetahui kondisi dan perkembangan keanekaragaman hayati dari waktu ke waktu. Data tersebut digunakan untuk melihat status spesies, apakah terancam atau sudah punah. Selain itu, indeks ini juga dapat menunjukkan tren jumlah populasi sehingga dapat diketahui langkah penanganan yang tepat.

Baca juga: Wilayah Sumatra Banjir Lagi, Pencabutan Izin Korporasi Harus Ada Keterbukaan Informasi

Selama ini, data biodiversitas Indonesia penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) sebenarnya telah tersedia di berbagai institusi seperti kementerian, lembaga riset, dan perguruan tinggi. Namun belum terkelola secara terpadu dan sulit diakses publik.

Kehadiran KOBI bertujuan menghimpun, mengelola, serta menyusun data tersebut menjadi indeks biodiversitas nasional yang dapat digunakan untuk memantau status dan tren keanekaragaman hayati di Indonesia.

Pada rentang tahun 2020 hingga 2024 terdata 16.312 data keanekaragaman hayati yang terdiri dari 1.912 famili, 4.606 genus, dan 7.904 spesies. Kolaborasi KOBI bersama dengan UGM merupakan langkah strategis dalam pengembangan data keanekaragaman hayati nasional.

“Kami mencoba menghimpun dan mengelola data tersebut agar bisa menjadi indeks biodiversitas nasional,” ucap dia.

Baca juga: Banjir Bandang menjadi Alarm Ekosistem Hutan yang Runtuh

Budi berharap pengembangan data biodiversitas di Indonesia ke depan dapat terus diperkuat melalui dukungan pemerintah, terutama dalam kegiatan eksplorasi dan pendataan di wilayah yang masih minim informasi, termasuk kawasan laut. Data biodiversitas yang lengkap dapat menjadi dasar penting dalam kebijakan konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk melengkapi data keanekaragaman hayati serta menjaga kelestarian ekosistem.

“Kami berharap data-data biodiversitas yang sudah ada terus dilengkapi, baik melalui data sekunder maupun data primer dari hasil eksplorasi. Negara perlu mensupport para ilmuwan dan pemerhati lingkungan agar kekayaan hayati Indonesia dapat terungkap dan tetap terjaga,” kata Budi. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Indeks Biodiversitas Indonesiakeanekaragaman hayatiKelestarian Ekosistem LautKOBIPRBE BRIN

Editor

Next Post
Pencemaran di sungai-sungai di Jabodetabek. Foto Dok. Walhi.

Pencemaran Sungai-sungai di Jabodetabek Berulang Setiap Tahun

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Rob mengepung rumah nelayan di pesisir utara Jawa Tengah. Foto Iven Sumardiyantoro/peneliti independen.Pembangunan Abaikan Krisis Iklim Mengancam Hak Generasi Anak-anak Pesisir
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media