Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada 500 Resep Pangan Biru Warisan Leluhur Atasi Krisis Global

Kebijakan pangan biru nasional harus menjadi arus utama dalam strategi ketahanan pangan nasional dengan memperhatikan daya dukung lingkungan laut serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Minggu, 3 Agustus 2025
A A
Ilustrasi kepiting. Foto Dok. DKKP Buleleng.

Ilustrasi kepiting. Foto Dok. DKKP Buleleng.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya laut yang kaya. Potensi hewan laut ini dapat dimanfaatkan sebagai pangan biru yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hal itu mengemuka dalam diskusi “Blue Bites: A Culinary Dive into Climate-Friendly Food Solutions” di Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Rabu, 30 Juli 2025.

Kegiatan diskusi ini merupakan salah satu rangkaian pada kegiatan The 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology yang digelar Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Lembaga Riset Internasional Kemaritiman, Kelautan dan Perikanan (LRI i-MAR) IPB University.

“Acara ini sebagai wujud komitmen bersama dalam menjawab tantangan krisis pangan dan kesehatan laut secara berkelanjutan,” ujar Kepala PKSPL, Prof Yonvitner.

Baca juga: Tiga Spesies Baru Homalomena Ditemukan di Jambi, Sumatra Utara dan Riau

Tantangan perubahan iklim, degradasi ekosistem pesisir, dan ancaman terhadap ketahanan pangan laut tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Untuk itu, pendekatan kolaboratif lintas disiplin dan lintas batas negara mutlak diperlukan.

“Diperlukan integrasi keilmuan, teknologi, kebijakan, dan partisipasi masyarakat untuk menciptakan transformasi nyata di wilayah pesisir,” papar dia.

Pada momen itu, Rektor IPB University, Prof. Arif Satria menyampaikan pandangannya terkait tema “Blue Food Nexus: Harnessing Solutions for Global Food Security and Ocean Health”.

Baca juga: Masjid Ekoteologi, Tempat Ibadah Sekaligus Pelestari Lingkungan

“Pangan biru harus dilihat sebagai solusi strategis global yang membutuhkan kerangka kebijakan progresif,” tegas dia.

Ia menekankan pentingnya inovasi dan sains sebagai fondasi dalam membangun ekonomi biru. Dukungan internasional datang dari Rektor Çanakkale Onsekiz Mart University, Turki, Prof Ramazan Cuneyt Erenoglu yang juga menegaskan pentingnya komitmen global dalam pendidikan dan riset kelautan. Selain itu, diperlukan literasi kelautan sejak dini dan penguatan peran universitas sebagai agen perubahan di bidang kelautan.

“Kebijakan pangan biru nasional harus menjadi arus utama dalam strategi ketahanan pangan nasional, dengan memperhatikan daya dukung lingkungan laut serta kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim, Menteri Koordinator Bidang Pangan Dandy Satria Iswara.

Baca juga: Menguak Asal Usul Penyu Indonesia Lewat Sidik Jari Genetik yang Berbeda

Dosen IPB University, Tukul Rameyo Adi menyoroti soal pangan biru dan blue bites. Menurut dia, blue bites merupakan bentuk langsung dari pangan biru, yaitu pangan yang berasal dari ekosistem perairan, laut, pesisir, sungai, dan danau. Tukul menyebut dengan mengonsumsi pangan biru, masyarakat telah berkontribusi untuk menurunkan emisi karbon di lingkungan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fisipol UGMIPB Universitykrisis globalpangan biru

Editor

Next Post
Salah satu dari 42 ekor harimau Sumatera yang tertangkap kamera trap di Bengkulu. Foto Dok. Kemenhut.

Ada 42 Ekor Harimau Sumatera Tertangkap Kamera Trap di Bentang Alam Bengkulu

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media