Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Masjid Ekoteologi, Tempat Ibadah Sekaligus Pelestari Lingkungan

Mayoritas masjid di kota besar kurang dimanfaatkan secara maksimal. Sebanyak 85 persen masjid di Jakarta hanya digunakan saat salat Jumat, sedangkan di Kuala Lumpur hanya sekitar 2,2 persen.

Sabtu, 2 Agustus 2025
A A
Masjid Al Muharram, salah satu masjid ramah lingkungan yang terletak di Bantul, DIY. Foto Gerakan Sedekah Sampah.

Masjid Al Muharram, salah satu masjid ramah lingkungan yang terletak di Bantul, DIY. Foto Gerakan Sedekah Sampah.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Isu lingkungan dan keberlanjutan semakin menjadi perhatian di berbagai lini kehidupan, termasuk dalam ruang keagamaan. Konsep masjid ramah lingkungan kian mengemuka sebagai bagian dari upaya integratif antara nilai spiritual dan kepedulian ekologis dalam arsitektur Islam.

“Keterlibatan keagamaan dalam isu lingkungan bukanlah hal baru, melainkan menjadi bagian dari tanggung jawab spiritual dan sosial umat,” jelas Kepala Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PRAK) Badan Riset dan Inovasi nasional (BRIN), Aji Sofanudin dalam webinar “Masjid Eko-Teologi dan Arsitektur Masjid” yang diselenggarakan Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PRAK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 29 Juli 2025 di Kawasan Sains Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian riset dan kajian BRIN mengenai peran agama dalam menjaga lingkungan,” jelas Aji.

Baca juga: Menguak Asal Usul Penyu Indonesia Lewat Sidik Jari Genetik yang Berbeda

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internasional yang ahli di bidang arsitektur Islam dan studi lingkungan, yakni Nangkula Utaberta dari Universitas UCSI Malaysia dan Natsuki Chubachi dari Universitas Kyoto, Jepang. Keduanya memberikan kontribusi penting dalam menggagas pendekatan baru terhadap fungsi dan desain masjid berkelanjutan.

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari webinar sebelumnya yang membahas agama hijau, sejarah kepercayaan, dan peran tradisi lokal dalam pelestarian alam.

Aji juga menyinggung soal peningkatan alokasi anggaran riset dari pemerintah yang dapat dimanfaatkan para peneliti untuk memperluas studi mereka, termasuk menjalin kolaborasi dengan peneliti luar negeri seperti Nangkula. Ia berharap BRIN bisa menjadi ruang produktif yang tidak hanya menyelenggarakan diskusi ilmiah, tetapi juga melahirkan aksi nyata dalam pengembangan masjid ramah lingkungan, baik dari sisi konsep spiritualitas maupun bentuk arsitektural.

Baca juga: Potensial Jadi Parfum Tropis Premium, Hilirisasi Kemenyan Harus Pertimbangkan Kelestarian Hutan

Rancang ulang fungsi masjid

Dalam presentasinya berjudul “Merekonstruksi Masjid Hijau: Antara Nilai dan Wacana yang Berpusat pada Objek”, Nangkula menjelaskan pentingnya meninjau ulang fungsi dan desain masjid agar tidak hanya sebagai bangunan fisik. Melainkan juga sebagai institusi keagamaan yang memiliki nilai sosial, spiritual, dan ekologis.

Melalui riset lapangan di Jakarta dan Kuala Lumpur, Nangkula menemukan mayoritas masjid di kota besar kurang dimanfaatkan secara maksimal. Sebanyak 85 persen masjid di Jakarta, hanya digunakan saat waktu salat Jumat. Sementara di Kuala Lumpur, angka pemanfaatan ruang masjid lebih rendah, hanya sekitar 2,2 persen.

“Masjid bukan hanya bangunan monumental, tetapi pusat kehidupan umat. Kita perlu bergeser dari pendekatan berpusat pada objek ke pendekatan berpusat pada nilai,” terang dia.

Baca juga: Catatan Walhi, Karhutla Berulang Bukti Negara Melindungi Korporasi Pembakar Hutan

Lebih lanjut, Nangkula menekankan pentingnya memperhatikan tiga pilar keberlanjutan: lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam mendesain masjid. Ia juga menyoroti proyek-proyek arsitektur ramah lingkungan seperti masjid ramah perempuan, masjid anak muda, dan masjid tahan gempa sebagai contoh konkret penerapan prinsip ekoteologi.

Arsitektur masjid sebaiknya disesuaikan dengan konteks tropis dan sosial masyarakat Indonesia, bukan sekadar meniru tipologi bangunan Timur Tengah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekoteologiMasjid Muharrammasjid ramah lingkunganPRAK BRIN

Editor

Next Post
Homalomena renda berasal dari kawasan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, Jambi. Foto Dok. ITB.

Tiga Spesies Baru Homalomena Ditemukan di Jambi, Sumatra Utara dan Riau

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media