Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Spesies Baru Homalomena Ditemukan di Jambi, Sumatra Utara dan Riau

Homalomena sudah banyak dijual bebas di media sosial, tetapi tanpa nama ilmiah yang sah.

Minggu, 3 Agustus 2025
A A
Homalomena renda berasal dari kawasan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, Jambi. Foto Dok. ITB.

Homalomena renda berasal dari kawasan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, Jambi. Foto Dok. ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tiga spesies baru dari genus Homalomena, tanaman hias populer yang banyak digemari, berhasil diidentifikasi dan dideskripsikan dari dua lokasi berbeda di Pulau Sumatera. Spesies pertama dinamai Homalomena renda yang ditemukan di Jambi. Spesies kedua adalah Homalomena siaisensis yang ditemukan di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. lalu spesies ketiga adalah Homalomena chikmawatiae dari Riau.

Penemuan ini hasil kolaborasi antara Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam dunia taksonomi tumbuhan. Penemuan ini sudah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Webbia edisi Juli 2025 dan bisa diakses secara gratis oleh masyarakat umum.

Homalomena renda berasal dari kawasan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, Jambi. Tanaman ini sebenarnya sudah lama dikenal di kalangan pencinta tanaman hias tropis dengan nama dagang “Homalomena renda”. Sebelum penelitian ini, belum ada nama ilmiah resmi yang dikukuhkan.

Baca juga: Masjid Ekoteologi, Tempat Ibadah Sekaligus Pelestari Lingkungan

Spesies ini punya ciri khas daun tebal dengan bentuk bulat telur dan bagian tepi melengkung ke bawah (ovate-revolute), serta tangkai daun berwarna kemerahan. Penamaan “renda” sengaja dipilih untuk mengesahkan identitas ilmiahnya berdasarkan nama populer yang sudah melekat di masyarakat.

Sementara Homalomena siaisensis adalah spesies baru yang ditemukan pada Januari 2024 di kawasan Siais, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Tanaman ini juga termasuk dalam genus Homalomena dari kelompok Chamaecladon.

Homalomena siaisensis punya perbedaan mencolok dari kerabat dekatnya, seperti permukaan daun yang mengkilap dan pola tulang daun yang unik. Penemuan spesies ini tak hanya memperkaya daftar Homalomena di Sumatera. Namun juga menunjukkan betapa pentingnya eksplorasi botani di wilayah-wilayah yang mungkin belum banyak diteliti.

Baca juga: Menguak Asal Usul Penyu Indonesia Lewat Sidik Jari Genetik yang Berbeda

Penelitian penting ini merupakan hasil kerja sama antara Arifin Surya Dwipa Irsyam selaku kurator Herbarium Bandungense SITH ITB, Muhammad R. Hariri dari BRIN yang bertanggung jawab atas analisis molekuler, serta Erick Raynalta dari Yayasan Botanika.

Sudah dijual bebas

Arifin menjelaskan penemuan spesies baru ini sangat krusial bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang taksonomi tumbuhan.

“Penelitian ini kami lakukan secara integratif, menggabungkan analisis morfologi (bentuk fisik) dan molekuler (genetik). Ini memberikan dasar yang kuat untuk mengklasifikasikan jenis-jenis tumbuhan yang belum dikenal secara ilmiah,” papar dia.

Baca juga: Potensial Jadi Parfum Tropis Premium, Hilirisasi Kemenyan Harus Pertimbangkan Kelestarian Hutan

Ia menambahkan sebagian besar jenis baru yang mereka deskripsikan sudah banyak dijual bebas di media sosial, tanpa nama ilmiah yang sah.

Arifin juga berharap temuan ini bisa memotivasi generasi muda untuk meneliti kelompok tumbuhan herba yang selama ini kurang mendapat perhatian.

“Banyak jenis tumbuhan herba di Indonesia yang belum dipetakan secara ilmiah. Penemuan seperti ini membuktikan masih banyak spesies yang belum kita ketahui dan sangat layak diteliti lebih lanjut secara taksonomi,” imbuh dia.

Baca juga: Catatan Walhi, Karhutla Berulang Bukti Negara Melindungi Korporasi Pembakar Hutan

Lebih jauh, Arifin berharap penelitian taksonomi deskriptif yang ia lakukan bersama tim BRIN bisa menjadi langkah awal untuk riset-riset selanjutnya.

“Kami berharap ada peneliti lain yang tertarik meneliti kandungan fitokimia (senyawa kimia tumbuhan) dan bioaktivitas dari spesies-spesies ini. Kami juga berharap pemerintah mendukung upaya konservasi dan menjadikan publikasi ini sebagai referensi dalam merancang kebijakan pelestarian dan pengelolaan sumber daya hayati nasional,” kata dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINHomalomenaHomalomena rendaHomalomena siaisensisJambiSITH-ITBspesies baruSumatra Utara

Editor

Next Post
Ilustrasi kepiting. Foto Dok. DKKP Buleleng.

Ada 500 Resep Pangan Biru Warisan Leluhur Atasi Krisis Global

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media