Minggu, 18 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Agung Satyawan: Jika Ukraina Jadi Anggota NATO, PD III Dikhawatirkan Meletus

Operasi militer Rusia terhadap Ukraina benar-benar dilancarkan. Ada kekhawatiran masyarakat dunia, perang ini akan melebar menjadi Perang Dunia III.

Jumat, 25 Februari 2022
A A
Ign. Agung Satyawan. Foto uns.ac.id.

Ign. Agung Satyawan. Foto uns.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kekhawatiran masyarakat dunia atas pecahnya Perang Dunia III yang dipicu operasi militer Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022 juga dirasakan analis politik internasional Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ign. Agung Satyawan. Ia menengarai serangan Negara Beruang Merah ke Ukraina merupakan gagalnya dialog perdamaian.

“Sangat disesalkan,” kata Agung sebagaimana dilansir dari laman uns.ac.id, Jumat, 25 Februari 2022.

Dan seperti operasi militer lainnya, dipastikan memakan korban dan kerusakan fasilitas publik. Sementara tanda-tanda penambahan pasukan Rusia yang siap tempur di perbatasan Ukraina sudah lama dilaporkan oleh pihak intelijen Barat. Pihak Rusia menyebut operasi militer khusus.

Baca Juga: Munif Ghulamahdi: Teknologi Budidaya Jenuh Air Jadi Solusi Kelangkaan Kedelai

Serangan dimulai atas perintah Presiden Rusia Vladimir Putin usai mendapat izin dari Majelis Tinggi Parlemen Rusia untuk mengerahkan pasukan militer ke negara pecahan Uni Soviet tersebut. Beberapa misil mulai ditembakkan militer Rusia yang sudah memasuki wilayah udara Ukraina sejak pukul 08.00. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pun langsung mengadakan pembicaraan dengan negara-negara anggota G7 untuk segera menetapkan sanksi terbaru bagi Rusia sebagai konsekuensi serangan tersebut.

Mengapa Rusia menyerang Ukraina?

Serangan dipicu atas terusiknya Rusia melihat banyak bekas anggota Pakta Warsawa yang bergabung dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan Uni Eropa. Tak terkecuali Ukraina.

Rusia pun berupaya keras untuk mempertahankan negara-negara pecahan Uni Soviet untuk tetap pro kepadanya. Namun, Ukraina sebagai salah satu negara pecahan Uni Soviet justru pro Barat, bahkan sempat berkeinginan masuk NATO.

Sayangnya, rencana Ukraina bergabung ke dalam NATO urung dilakukan karena sejumlah persyaratan yang sulit dipenuhi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, salah satu syarat adalah harus mendapat referendum dari seluruh rakyat Ukraina dan persetujuan dari anggota NATO.

Baca Juga: Gempa Pasaman Barat, Tujuh Orang Meninggal Dunia

Meski batal bergabung, Putin tetap ngotot melancarkan operasi militer. Bahkan meminta militer Ukraina untuk tidak melakukan perlawanan agar dapat pulang ke rumah bersama keluarganya.

Di sisi lain, apabila NATO menyetujui proposal bergabungnya Ukraina, menurut Agung adalah skenario terburuk dari serangan Rusia.

“Jika hal ini terjadi, Perang Dunia III dikhawatirkan akan meletus. Semoga tidak terjadi,” harap Agung.

Eskalasi Rusia-Ukraina

Serangan Rusia ke Ukraina merupakan babak baru dari memanasnya hubungan kedua negara usai Negara Beruang Merah mencaplok Crimea pada tahun 2014 yang lalu. Perlu diketahui, sebelum Rusia melakukan serangan, dua wilayah di Ukraina, yaitu Donetsk dan Luhansk, sudah menyatakan diri berpisah dari negara ini. Bahkan, Putin telah mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk.

Wilayah-wilayah Donetsk, Luhansk, dan beberapa wilayah di perbatasan Rusia-Ukraina, termasuk Semenanjung Crimea merupakan entry-point Rusia untuk masuk ke Ukraina.

Baca Juga: Komnas HAM: Benar, Ada Penggunaan Kekuatan Berlebihan dalam Pengukuran Lahan di Desa Wadas

Wilayah-wilayah ini, disebut Agung banyak dihuni penduduk yang beretnis Rusia, pro terhadap Rusia, dan ingin melepaskan diri dari Ukraina. Donetsk dan Luhansk secara sepihak sudah menyatakan lepas dari Ukraina dan meminta perlindungan terhadap Rusia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ASEANG20NATOoperasi militer Rusia ke UkrainaPBBPerang Dunia IIIperang Rusia-Ukraina

Editor

Next Post
Ilustrasi kehidupan masa pandemi Covid-19. Foto Surprising_Shots/pixabay.com.

Masa Endemi Tetap Prokes, Kecuali Ada Vaksin 100 Persen Kebal Covid-19

Discussion about this post

TERKINI

  • Rapat pleno untuk mendengarkan penjelasan pengusul dari Fraksi PAN terkait RUU tentang Pengelolaan Perubahan Iklim di Gedung DPR RI, Jakarta, 15 Januari 2026. Foto Geral-Andri/DPR.Legislator Usulkan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Atur Perdagangan Karbon
    In News
    Minggu, 18 Januari 2026
  • Ilustrasi koruptor sumber daya alam. Foto Robert_Anthony_Art/pixabay.com.Walhi Ingatkan Pilkada Tak Langsung Rawan Korupsi Sumber Daya Alam
    In News
    Minggu, 18 Januari 2026
  • Sinkhole di lahan warga di Dusun Kandri, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Foto desapucung.gunungkidulkab.go.id.Rekayasa Geoteknik Cegah Sinkhole yang Sering Terjadi di Kawasan Karst
    In IPTEK
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Ilustrasi interaksi kucing dengan manusia. Foto vaclavzavada/pixabay.com.Kucing Tak Akibatkan Infertilitas Manusia, Justru Makanan Jadi Sumber Utama
    In Rehat
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.idIndonesia Peringkat Kedua Rawan Bencana, Kehilangan Biodiversitas Tertinggi di Sumatra
    In Lingkungan
    Jumat, 16 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media