Sabtu, 17 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Aksi Virtual Twibbon: 26 Tahun Kasus Pembunuhan Wartawan Udin Tak Tuntas

Rabu, 16 Maret 2022
A A
Aksi virtual Udin dengan mengunggah Twibbon. Foto AJI Yogyakarta

Aksi virtual Udin dengan mengunggah Twibbon. Foto AJI Yogyakarta

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Aksi virtual tiap tanggal 16 untuk menolak lupa atas pembunuhan wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin sempat terhenti beberapa waktu selama pandemi Covid-19. Pada 16 Maret 2022, aksi virtual kembali digelar oleh Koalisi Masyarakat untuk Udin (K@MU) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta dengan tema menolak impunitas pembunuhan Udin. Siapapun bisa berpartisipasi dalam aksi virtual dengan memasang foto diri pada Twibbon bergambar Udin dan tulisan “Kasus Udin Belum Tuntas”. Kemudian mengunggah di media sosial masing-masing pada pukul 16.00 pada hari yang sama.

Aksi secara daring tersebut dilakukan seiring dengan larangan demonstrasi di kawasan Malioboro. Sejak Januari 2021, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meneken aturan anti-demokrasi yang melarang unjuk rasa di sejumlah titik. Salah satunya di depan Gedung Agung Yogyakarta yang biasa digunakan untuk aksi 16-an Udin.

Baca Juga: Hari Bhakti Rimbawan, Mimpi Menteri Siti akan Kembalinya Hutan Tropika Basah Indonesia

Dan tahun 2022, pembunuhan Udin memasuki tahun ke-26. Namun hingga kini, kasusnya tak kunjung selesai. Pemerintah mengabaikan tanggung jawabnya untuk menghukum aktor intelektual pembunuh Udin. Berdasarkan data yag dihimpun K@MU dan AJI Yogyakarta, Sultan HB X pernah berjanji mengungkap kasus tersebut dan mengajak Polda DIY untuk melakukan penyelidikan mulai dari nol.

“Sampai saat ini kasusnya tetap menjadi dark number penuh misteri. Pada waktu itu ada sesuatu yang tidak konsisten dalam penyelidikan,” ujar Sultan dalam sambutannya pada pembukaan Festival Media Aliansi Jurnalis Independen di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri, Kompleks Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu, 28 September 2013.

Sudah belasan kali jabatan Kapolri berganti. Namun penuntasan kasus Udin masih mandek. Pada 2013, Kapolri, Jenderal Polisi Sutarman dalam sejumlah media massa menyebut ada kesalahan dalam pengusutan kasus Udin.

“Polisi selalu beralasan salah satu kesulitan dalam mengusut kasus itu adalah alat bukti. Diketahui penyidik kasus Udin dari kepolisian resor Bantul, Sersan Mayor Edy Wuryanto menghilangkan alat bukti, yakni melarung darah Udin ke Pantai Parangtritis,” papar Koordinator K@MU, Tri Wahyu dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com, Rabu, 15 Maret 2022.

Baca Juga: AJI dan LBH Pers Kecam Intimidasi Terhadap Jurnalis di Desa Wadas

Atas perbuatannya, Edy diadili di Mahkamah Militer karena didakwa menghilangkan barang bukti penting. Selain darah Udin, juga ada buku catatan Udin yang diambil dari Marsiyem, istri Udin. Setelah melewati proses persidangan yang lama, Edy hanya mendapat hukuman 10 bulan penjara karena kelalaiannya.

Sementara kasus Udin yang disidangkan dengan menyeret terdakwa palsu, Dwi Sumadji alias Iwik dengan tudingan perselingkuhan. Iwik membantah semua tuduhan itu dan hakim membebaskannya.

“Tapi Edy tidak diadili dalam dugaan merekayasa Iwik sebagai tersangka pembunuh Udin,” imbuh Wahyu.

Udin meninggal pada 16 Agustus 1996 setelah dianiaya orang tak dikenal tiga hari sebelumnya. Peristiwa penganiayaan ini diduga kuat berhubungan dengan tulisan-tulisannya yang kritis, yakni korupsi megaproyek Parangtritis.

Baca Juga: Gangguan Ginjal, Ancaman Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19

Menjelang pemilihan bupati baru pada tahun itu, Udin menulis upaya Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo memberikan upeti Rp1 miliar kepada Yayasan Dharmais pimpinan Presiden Soeharto. Tujuannya agar Sri Roso kembali diangkat menjadi bupati Bantul.

Hingga kini, kasus Udin masih gelap. Padahal berdasarkan investigasi wartawan Bernas yang bergabung dalam Tim Kijang Putih dan Tim Pencari Fakta dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Yogyakarta menghasilkan petunjuk ada dugaan pembunuhan Udin karena sejumlah berita korupsi di Bantul yang ditulisnya.

Sejumlah upaya hukum dan advokasi dilakukan, termasuk memberikan data-data hasil investigasi itu kepada polisi. Namun, polisi tetap berpegang teguh Iwik pelakunya.

“Dan K@MU konsisten menolak impunitas atau penghentian penyelesaian kasus Udin,” kata Wahyu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Aksi VirtualFuad Muhammad SyafruddinpembunuhanTwibbonUdinwartawan Bernas

Editor

Next Post
Petugas mengevakuasi warga terdampak banjir Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu, 16 Maret 2022. Foto Dok BNPB.

Banjir Banyumas, Ratusan Warga Mengungsi, Ribuan Rumah Terendam

Discussion about this post

TERKINI

  • WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.comPrevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru
    In Rehat
    Rabu, 14 Januari 2026
  • KKP mempersiapkan pengiriman 159 ton bantuan ke lokasi bencana Sumatra, 13 Januari 2026. Foto KKP.Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi
    In News
    Rabu, 14 Januari 2026
  • Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat
    In IPTEK
    Selasa, 13 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media