Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Aktivis Greenpeace Dapat Kiriman Bangkai Ayam, Diduga Kritik Penanganan Bencana Sumatra

Selasa, 30 Desember 2025
A A
Aktivis Greenpeace membentangkan banner saat aksi damai kreatif di Jembatan Pulau Balang, Kalimantan Timur yang menjadi pintu masuk ke area IKN, pada 17 Agustus 2023. Foto Jurnasyanto Sukarno/Greenpeace.

Aktivis Greenpeace membentangkan banner saat aksi damai kreatif di Jembatan Pulau Balang, Kalimantan Timur yang menjadi pintu masuk ke area IKN, pada 17 Agustus 2023. Foto Jurnasyanto Sukarno/Greenpeace.

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini, Iqbal melalui akun media sosial pribadinya kerap menayangkan unggahan tentang banjir Sumatra dan respons pemerintah dalam menangani bencana tersebut. Sejumlah juru kampanye Greenpeace juga banyak bersuara lewat wawancara media maupun media sosial.

Berbagai pernyataan tersebut berangkat dari temuan tim yang pergi ke lapangan pascabencana, serta temuan dan analisis Greenpeace. Namun dalam beberapa hari terakhir, Iqbal banyak menerima serangan di kolom komentar unggahan media sosialnya. Juga pesan bernada ancaman lewat direct message Instagram.

Leonard menjelaskan, kritik publik, termasuk Iqbal terhadap cara pemerintah menangani banjir Sumatra sebenarnya lahir dari keprihatinan dan solidaritas terhadap para korban. Apalagi di balik banjir Sumatra ada persoalan perusakan lingkungan, yakni deforestasi dan alih fungsi lahan yang terjadi menahun, yang terjadi atas andil pemerintah juga.

Baca juga: Teknologi Filter Air dan Air Siap Minum Atasi Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra dari Mandi Lumpur

“Belum lagi pemerintahan Prabowo malah akan membuka jutaan hektare lahan di Papua, yang bakal merugikan masyarakat adat dan memperburuk dampak krisis iklim,” ujar Leonard.

Greenpeace Indonesia mengecam maraknya upaya teror terhadap masyarakat sipil, mulai dari aktivis, jurnalis, hingga pegiat media sosial. Kritik publik mestinya tak diperlakukan sebagai ancaman, melainkan ekspresi demokrasi dan pengingat bagi kekuasaan untuk tetap akuntabel. Kebebasan berbicara merupakan hak yang dijamin dalam konstitusi.

“Upaya teror tak akan membuat kami gentar. Greenpeace akan terus bersuara untuk keadilan iklim, HAM, dan demokrasi,” tegas Leonard. [WLC02]

Sumber: Green Peace Indonesia

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bangkai AyamBencana SumatraGreenpeace Indonesia

Editor

Next Post
Pembangunan huntara di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, 28 Desember 2025. Foto Alya Faradilla/Bidang Komunikasi Kabencanaan

Jangan Asal Membangun Hunian Tetap dan Sementara di Lokasi Bekas Banjir Bandang

Discussion about this post

TERKINI

  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media