Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ali Baswedan: Cegah Hipertensi dengan Stop Konsumsi Sumber Garam

Sumber garam adalah salah satu biang hipertensi. Suka tak suka, menghentikan konsumsi makanan yang mengandung garam adalah solusinya.

Sabtu, 28 Januari 2023
A A
Dokter spesialis endokrin RSA UGM, Ali Baswedan. Foto databaseidionline.org.

Dokter spesialis endokrin RSA UGM, Ali Baswedan. Foto databaseidionline.org.

Share on FacebookShare on Twitter

“Semua itu merupakan sumber garam yang kandungan garamnya sangat berlebihan,” kata Ali.
Lantas, mengapa garam berbahaya bagi penderita hipertensi?

Sebab garam mengandung Natrium. Sedangkan Natrium memiliki sifat-sifat jahat untuk tubuh. Yang mengonsumsi garam secara terus menerus akan menndorong natrium masuk ke dalam sel. Saat itulah, cairan juga akan masuk sehingga mengalami overload (kelebihan) cairan. Kelebihan cairan ini membuat jantung memompa lebih kuat sehingga menaikkan tensi.

Baca Juga: JM-PPK ke Istana, Tagih Pelaksanaan Rekomendasi KLHS Kendeng dan Pengesahan RPP Karst

“Dan 60 persen yang memiliki keturunan darah tinggi sensitif terhadap garam. Sedangkan 40 persen sisanya tidak sensitif,” imbuh Ali.

Stop Sumber Garam
Badan Kesehatan Dunia atau WHO pernah mengimbau melalui siaran pers, bahwa penderita hipertensi sebaiknya mengurangi konsumsi garam kurang dari 5 gram. Tentu saja imbauan itu sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tentu tidak akan mungkin menghitung (kandungan garam),” kata Ali.

Baca Juga: Benda Misterius Melintasi Gunung Merapi, Ini Penjelasan BPPTKG

Semestinya, imbauan yang disampaikan adalah mengurangi makan gorengan, mengurangi makan kecap, serta menjauhi sumber-sumber garam lainnya.

“Jauhi makan camilan, kalau perlu dalam sepekan dikurangi dulu. Lidah dibiasakan untuk makan yang anyep (hambar) dulu,” tegas Ali.

Upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah hipertensi adalah memperbaiki gaya hidup. Seperti memperbanyak gerak, mengurangi konsumsi garam, alkohol, tembakau, dan rutin teratur makan sayur dan buah.

Baca Juga: Kepulauan Talaud Kembali Diguncang Gempa Susulan di Laut Maluku

Di sisi lain, sayur dan buah sesungguhnya merupakan sumber nabati untuk natrium. Artinya, tidak makan garam dapur pun sebenarnya tidak masalah.

“Permasalahan kan hanya di lidah yang terasa anyep, karena terbiasa asin,” tukas Ali.

Sekali lagi, khusus penderita hipertensi, Ali mewanti-wanti agar pantang mengonsumsi garam.

“Jika perlu stop garam! Sebab garam sangat mengganggu kerja obat,” tegas Ali.

Jika garam masuk ke dalam tubuh, maka obat tidak bekerja dengan baik dan efektif. Ada baiknya melakukan cek tekanan darah secara rutin. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ali BaswedanhipertensiRSA UGMsumber garamtekanan darah tinggi

Editor

Next Post
Bangunan cagar budaya Tjong A Fie Mansion di Medan, Sumatera Utara. Foto kemenparekraf.go.id.

Tjong A Fie Mansion, Bangunan Cagar Budaya Tokoh Tionghoa di Medan

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media