Minggu, 1 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Anda Batuk karena Covid-19 atau Bukan, Bisa Dideteksi Alat Ini

Batuk karena Covid-19, TBC, bronkitis, atau lainnya itu sama-sama menular, tetapi berbeda diagnosisnya. Alat kesehatan elBicare Cough Analyzer buatan peneliti ITS ini bisa membedakannya.

Rabu, 19 Januari 2022
A A
elBicare Cough Analyzer saat merekam hasil input audio. Foto its.ac.id.

elBicare Cough Analyzer saat merekam hasil input audio. Foto its.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Orang sakit batuk yang menular bisa beragam diagnosisnya. Batuk karena flu, tuberkolusis (TBC), bronkitis, atau pun gejala Covid-19. Alat kesehatan elBicare Cough Analyzer yang dirancang tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) diklaim dapat melakukan pemetaan jenis batuk berdasarkan suara paru-paru.

“Daya jangkau tangkapan suara oleh alat ini mencapai 10 meter,” tambah ketua tim Dhany Arifianto sebagaimana dilansir dari laman its.ac.id, Selasa, 18 Januari 2022.

Lantaran itu pula, menurut Dhany, implementasi elBicare Cough Analyzer di rumah sakit mampu memberikan perlindungan awal bagi tenaga kesehatan yang rentan tertular Covid-19 dari pasien. Lantaran menggunakan dasar batuk, inovasi alat tersebut tak hanya dikembangkan untuk menangani pandemi Covid-19, melainkan juga untuk penyakit pernapasan menular lainnya.

“Jadi mampu mendeteksi batuk penderita Covid-19 tanpa harus melakukan kontak langsung,” kata Dhany.

Baca Juga: Kebijakan Penanganan Covid-19 Varian Omicron Berubah-ubah, Ini Alasannya

Jenis batuk dianalisis algoritma

Kepala Pusat Penelitian Internet of Things dan Teknologi Pertahanan ITS ini menjelaskan, alat elBicare Cough Analyzer dilengkapi dengan mikrofon bersensor tipis dan kecil untuk menangkap suara di sekitar alat. Suara yang masuk selanjutnya akan dianalisis, apakah termasuk suara batuk atau bukan oleh algoritma pada rangkaian prosesor alat.

Kemudian, suara batuk akan diklasifikasikan lagi ke dalam dua kategori, yaitu batuk yang terindikasi Covid-19 dan non Covid-19. Batuk non Covid-19 pun akan dideteksi lagi penyebabnya, misalnya batuk normal, batuk gejala tuberkulosis (TBC), bronkitis, dan gejala lainnya.

“Pengelompokan ini didasarkan pada penyesuaian frekuensi, amplitudo, dan komponen harmonik suara paru-paru,” papar dosen yang melanjutkan studi magister dan doktoralnya di Tokyo Institute of Technology, Jepang ini.

Lubang dengan tanda microphone sebagai input audio ke sensor. Foto its.ac.id.
Lubang dengan tanda microphone sebagai input audio ke sensor. Foto its.ac.id.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: batukbronkitisCovid-19Dhany ArifiantoelBicare Cough AnalyzerITSmenularTBC

Editor

Next Post
Ilustrasi kebakaran hutan. Foto Geralt/pixabay.com.

Puluhan Perusahaan Pelaku Karhutla Digugat KLHK, 12 Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi mekanisme terbentuknya bencana longsoran di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi Imam Achmad Sadisun/ITB.Begini Mekanisme Aliran Lumpur Saat Longsor Bandung Barat
    In IPTEK
    Jumat, 30 Januari 2026
  • Tiga petani di Pino Raya di Bengkulu Selatan dikriminalisasi. Foto Dok. Walhi.Petani Korban Penembakan di Pino Raya Dikriminalisasi
    In News
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Kawasan Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor. Foto KLH/BPLH.Longsor Bandung Barat, KLH Sebut Ada Kerapuhan pada Struktur Tutupan Lahan
    In Lingkungan
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Pakar Gempa Bumi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto researchgate.net.Gayatri Marliyani, Kemungkinan Aktivitas Sesar Opak Akibat Tekanan dari Gempa Pacitan
    In Sosok
    Rabu, 28 Januari 2026
  • Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Pemicu Ketidakstabilan Cuaca
    In News
    Rabu, 28 Januari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media