Komunitas Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) juga memiliki peran penting dalam konservasi anggrek di Indonesia. Mereka turut membudidayakan temuan anggrek baru dengan penyesuaian habitat aslinya. PAI juga mengadakan kompetisi ataupun seminar sebagai inisiasi edukatif serta konservatif.
Endang berharap agar anggrek di Indonesia dapat terus lestari dan lebih dikenal oleh masyarakat luas. Ia banyak melakukan kolaborasi bersama rekan dari bidang lain untuk menulis buku dari penelitian yang telah dilakukan. Cara ini dilakukannya untuk meneruskan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pecinta anggrek sebelumnya agar pelestariannya terus dilanjutkan.
“Anggrek adalah identitas bangsa, maka tugas kita bersama adalah memastikan kelestariannya,” harap dia.
Menanam untuk tujuan wisata
Januari 2026 lalu, mahasiswa KKN PPM UGM periode 4 tahun 2026 melakukan aksi penanaman anggrek spesies Vanda tricolor di Kawasan Ekowisata Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Aksi itu bagian upaya penyelamatan flora endemik lereng Gunung Merapi.
Langkah konservasi ini diambil mengingat keberadaan anggrek Vanda tricolor yang mulai langka di alam liar akibat perburuan massal. Selain itu, masa pertumbuhan tanaman relatif lama.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Iqmal Tahir menjelaskan program ini juga dirancang untuk mengembangkan potensi anggrek sebagai ikon eduwisata. Alasannya, potensi anggrek Vanda suavis yang memiliki rona bunga yang cantik serta memiliki aroma yang cukup harum, sehingga perlu dibudidayakan sebagai ornamen pada tempat-tempat wisata di kawasan Merapi.
Keberadaan anggrek ini dapat menjadi potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai ikon wisata dengan terbentuknya spot taman yang estetik. Juga berfungsi menjadi daya tarik wisata alam dan eduwisata serta memberikan peluang ekonomi melalui wisata khusus dan fotografi. Terutama ketika musim berbunga pada bulan Agustus hingga Oktober. [WLC02]
Sumber: UGM






Discussion about this post