Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi

Saat ini sudah ditemukan setidaknya 59 jenis anggrek Merapi yang dilestarikan di Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM).

Selasa, 12 Mei 2026
A A
Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.

Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.

Share on FacebookShare on Twitter

Komunitas Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) juga memiliki peran penting dalam konservasi anggrek di Indonesia. Mereka turut membudidayakan temuan anggrek baru dengan penyesuaian habitat aslinya. PAI juga mengadakan kompetisi ataupun seminar sebagai inisiasi edukatif serta konservatif.

Endang berharap agar anggrek di Indonesia dapat terus lestari dan lebih dikenal oleh masyarakat luas. Ia banyak melakukan kolaborasi bersama rekan dari bidang lain untuk menulis buku dari penelitian yang telah dilakukan. Cara ini dilakukannya untuk meneruskan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pecinta anggrek sebelumnya agar pelestariannya terus dilanjutkan.

“Anggrek adalah identitas bangsa, maka tugas kita bersama adalah memastikan kelestariannya,” harap dia.

Menanam untuk tujuan wisata

Januari 2026 lalu, mahasiswa KKN PPM UGM periode 4 tahun 2026 melakukan aksi penanaman anggrek spesies Vanda tricolor di Kawasan Ekowisata Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Aksi itu bagian upaya penyelamatan flora endemik lereng Gunung Merapi.

Langkah konservasi ini diambil mengingat keberadaan anggrek Vanda tricolor yang mulai langka di alam liar akibat perburuan massal. Selain itu, masa pertumbuhan tanaman relatif lama.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Iqmal Tahir menjelaskan program ini juga dirancang untuk mengembangkan potensi anggrek sebagai ikon eduwisata. Alasannya, potensi anggrek Vanda suavis yang memiliki rona bunga yang cantik serta memiliki aroma yang cukup harum, sehingga perlu dibudidayakan sebagai ornamen pada tempat-tempat wisata di kawasan Merapi.

Keberadaan anggrek ini dapat menjadi potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai ikon wisata dengan terbentuknya spot taman yang estetik. Juga berfungsi menjadi daya tarik wisata alam dan eduwisata serta memberikan peluang ekonomi melalui wisata khusus dan fotografi. Terutama ketika musim berbunga pada bulan Agustus hingga Oktober. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Anggrek MerapiFakultas Biologi UGMGunung MerapiVanda tricolor

Editor

Next Post
Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.

Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media