Wanaloka.com – Indonesia memiliki sekitar 5.000 spesies anggrek yang tersebar luas di berbagai wilayah. Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga menjadi keunikan spesies anggrek daerah tersebut. Keberagaman ini menempatkan Indonesia menjadi persebaran anggrek terbesar kedua di dunia. Pelestariannya menjadi sangat penting agar tidak mengalami kepunahan.
Salah satu jenis anggrek yang menjadi ikon Yogyakarta adalah anggrek Vanda tricolor. Anggrek dengan kelopak bunga berwarna putih dengan totol-totol coklat kemerahan serta bibir bunga berwarna putih menjadi ciri khasnya. Anggrek yang ditemukan di sekitar lereng Gunung Merapi ini juga mengeluarkan aroma yang sangat wangi pada pagi hari.
Keunikan lainnya, anggrek Vanda tricolor memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap panas.
“Terbukti, saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010, anggrek ini masih ditemukan dan bertahan di habitatnya,” kata Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Endang Semiarti, Senin, 11 Mei 2026.
Hingga saat ini sudah ditemukan setidaknya 59 jenis anggrek Merapi yang dilestarikan di Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM). Namun, jumlah ini dapat terjadi pengurangan akibat faktor alam maupun faktor manusia seperti bencana alam, perubahan iklim, hingga pembangunan infrastruktur. Penemuan jenis anggrek baru juga dapat tetap terjadi apabila masyarakat atau peneliti melakukan eksplorasi ke hutan.
“Banyak spesies anggrek di hutan-hutan yang belum teridentifikasi jenisnya,” kata dia.
Bagi Endang, salah satu langkah penting dalam konservasi dapat dilakukan dengan pendekatan berbasis masyarakat. Mengajari masyarakat sekitar lereng gunung/hutan untuk melestarikan anggrek dengan membudidayakan di halaman rumah agar mendapatkan suasana seperti habitat aslinya.
“Saya bersama para pecinta anggrek mengedukasi warga sekitar hutan untuk melakukan konservasi mandiri dengan pengilangan dan penaburan biji yang lebih sederhana agar mudah diikuti semua orang,” ucap dia.
Selain menggunakan cara sederhana, konservasi dapat dilakukan oleh para peneliti maupun akademisi dengan inovasi. Seperti yang dilakukan Endang dan mahasiswa nya dengan melakukan inovasi Kultur In Vitro dari berbagai jenis anggrek yang didapatkannya dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah memproyeksikan anggrek Vanda tricolor sebagai ikon daerah. Upaya ini dilakukan melalui instruksi penanaman anggrek di seluruh instansi perkantoran di wilayah Yogyakarta.






Discussion about this post