Minggu, 10 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026

Hormatilah batas yang telah ditentukan alam dan otoritas. Keselamatan adalah puncak tertinggi yang sebenarnya.

Minggu, 10 Mei 2026
A A
Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.

Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua korban terakhir erupsi gunung api Dukono, Minggu, 10 Mei 2026. Kedua korban yang merupakan warga negara Singapura itu ditemukan dalam kondisi tewas tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama pada Sabtu, 9 Mei 2026. Tiga korban yang mendaki gunung api Dukono saat erupsi setinggi 10 kilometer, Jumat, 8 Mei 2026.

Erupsi saat waspada

Saat Gunung Dukono erupsi pada Jumat, 8 Mei 2026, gunung api yang berada di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara itu berstatus Level II (Waspada) sejak 13 Juni 2008. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan radius bahaya sejauh empat kilometer dari kawah aktif sejak 11 Desember 2024.

Tindak lanjutnya, Dinas Pariwisata Halmahera Utara telah resmi menutup total seluruh aktivitas pendakian Gunung Dukono melalui Surat Keputusan Nomor 556/061 yang diterbitkan pada tanggal 17 April 2026. Dalam surat itu disebutkan, operator, pengelola, penyedia jasa atau pihak manapun dilarang memberikan izin pendakian kepada siapapun.

Gunung ini sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025. Namun, sejak 29 Maret 2026, mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan rata-rata tercatat sebanyak 95 kejadian erupsi. Pada 30 Maret 2026, aktivitas erupsi magmatik eksplosif kembali meningkat signifikan. Tercatat sebanyak 199 kali erupsi dan tinggi kolom erupsi berkisar antara 50 hingga 400 meter dari puncak.

Namun pendakian masih berlangsung. Hingga Jumat, pukul 07.41 WIT, Dukono batuk berat. Hasil pengamatan menunjukkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10.000 meter. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik.

Hasil pemantauan PVMBG, Sabtu, 9 Mei 2026, sejak dini hari hingga pukul 11.00 WIT tercatat beberapa kali erupsi masih terjadi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.57 WIT dengan lontaran lava pijar yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.

Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 06.10 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak dan mengarah ke utara. Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 07.31 WIT dan 09.12 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 2.000 meter di atas puncak dan condong ke arah barat laut dan timur. Kemudian pukul 11.07 WIT, erupsi kembali terjadi dengan kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak mengarah ke timur laut, timur dan tenggara.

PVMBG juga mencatat aktivitas kegempaan Gunung Dukono masih didominasi gempa letusan dengan amplitudo cukup besar, yang menunjukkan erupsi masih berlangsung dengan intensitas tinggi.

Adanya korban erupsi yang ditemukan di bibir kawah Dukono, Wakil Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono memberi catatan lewat akun media sosialnya @daryono_bicara_gempa pada 10 Mei 2026. Tragedi di Gunung Dukono pada Mei 2026 menjadi nisan pengingat yang pahit bagi semua. Bahwa zona bahaya bukan sekadar garis di atas peta, melainkan batas antara nafas dan binasa. Jarak 20 hingga 30 meter dari bibir kawah bukan lagi tempat untuk berdecak kagum, melainkan tempat maut berdiri tepat di depan mata.

“Mengabaikan larangan pendakian demi konten media sosial atau kepuasan adrenalin adalah bentuk kenekatan yang paling fatal. Saat kolom abu membubung hingga 10.000 meter dan lava pijar mulai dimuntahkan, tidak ada teknologi atau keberanian yang sanggup menyelamatkan manusia dari aliran piroklastik yang bergerak lebih cepat dari teriakan minta tolong,” tulis Daryono.

Sejarah tragedi erupsi dari Gunung Pelée (1902: 29.000 orang tewas), Gunung Nevado del Ruiz (1985: 23.000 orang tewas), Gunung Ontake (2014: 50 orang tewas), Gunung Merapi (2010: 341 orang tewas), Gunung Marapi (2023): 23 orang tewas) telah mengajarkan bahwa gunung tidak butuh izin manusia untuk meletus.

Faktor penyebab korban jiwa saat pendakian umumnya adalah awan panas (pyroclastic cloud) dan lontaran material panas, lahar, penolakan evakuasi. Dan pelanggaran zona bahaya sering dilakukan demi aktivitas wisata atau konten influencer seperti pada kasus Gunung Dukono maupun Gunung Marapi.

“Menembus jalur yang telah ditutup secara resmi sejak April 2026, bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga mempertaruhkan nyawa tim SAR dan relawan yang harus bertaruh nyawa di bawah hujan abu dan ancaman erupsi susulan,” tegas dia.

Ia pun mengingatkan kepada pendaki dan wisatawan gunung api untuk menghormati batas yang telah ditentukan alam dan otoritas. Sebab, saat magma mulai menyentuh udara, penyesalan selalu datang terlambat. Dan keselamatan adalah puncak tertinggi yang sebenarnya.

Penemuan tiga pendaki

Tiga pendaki tewas dan sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dalam erupsi Jumat pagi itu. Semula, berdasarkan hasil pencarian Jumat, 8 Mei 2026, keberadaan dua WNA sempat terdeteksi. Posisi dua WNA tersebut berada pada jarak sekitar 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama. Kondisi tersebut memerlukan perhitungan dan strategi evakuasi yang matang dengan mempertimbangkan potensi eskalasi aktivitas vulkanik serta faktor keselamatan seluruh personel. Sementara satu pendaki WNI belum terdeteksi keberadaannya.

Dalam proses pencarian, jenazah WNI, berinisial E (perempuan) ditemukan pertama kali oleh tim pencarian dan pertolongan (SAR) Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 14.30 WIT sekitar 50 meter dari bibir kawah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Hentje M.L. Hetharia mengisahkan proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Dukono yang masih berlangsung fluktuatif sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran.

Pada pukul 14.30 WIT, hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur lokasi pencarian sehingga tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi dan berlindung hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian. Setelah hujan reda, jasad korban yang sebelumnya tertutup material pasir mulai terlihat.

Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik. Mengetahui temuan tersebut, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi secara hati-hati sesuai prosedur keselamatan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa menuju posko penanganan erupsi.

Usai menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian. Dua korban dimaksud adalah dua warga negara asing (WNA) dari Singapura berinisial HWQT (laki-laki usia 30 tahun) dan SMBAH (laki-laki usia 27 tahun).

Namun tim SAR gabungan memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan. Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi.

Berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR, tim gabungan kembali melanjutkan penyisiran pada Minggu, 10 Mei 2026. Khususnya di dua titik timbunan material yang telah ditandai menggunakan koordinat GPS (Global Positioning System). Proses pencarian pada hari ketiga pun berlangsung lebih terarah setelah sebelumnya tim gabungan menandai titik yang diduga lokasi kedua korban.

Proses evakuasi dua jenazah terakhir juga sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan. Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif. Tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan.

Pada operasi pencarian hari ketiga, sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu. Unsur yang terlibat terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI serta masyarakat setempat.

Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono. Selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung DukonoKabupaten Halmahera UtaraMaluku Utara

Editor

Discussion about this post

TERKINI

  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 bertema “Bridging the Landscape: Readiness & Viability in Indonesia’s Net Zero Steel Ecosystem”, 7 Mei 2026. Foto ITB.Teknologi Hidrogen Menuju Ekosistem Baja Rendah Karbon di Indonesia
    In IPTEK
    Jumat, 8 Mei 2026
  • Industri wisata On The Rock di bangun di atas karst Gunungsewu, Gunungkidul, Selasa, 6 Mei 2026. Foto Pito Agustin/wanaloka.com.Walhi Yogya Ingatkan, Sanksi Denda Industri Wisata di KBAK Gunungsewu Tak Membuat Jera
    In News
    Kamis, 7 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media