Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

April-Mei 2023 Mulai Kemarau, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

Senin, 30 Januari 2023
A A
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati tengah menjelaskan potensi karhutla pada musim kemarau 2023. Foto bmkg.go.id.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Musim kemarau 2023 diprakirakan akan dimulai pada April-Mei mendatang dan puncaknya pada bulan September. Potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tinggi, terutama di daerah yang memiliki kawasan hutan dan lahan gambut. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan pemerintah daerah untuk waspada dan siap-siaga menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Pemerintah daerah harus bersiap, masyarakat pun perlu diedukasi dan diberi sosialisasi agar melakukan pencegahan dan antisipasi dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan,” papar Dwikorita di ruang monitoring Climate Early Warning BMKG, 25 Januari 2023. Menkopolhukam Mahfud MD dan Menteri KLHK Siti Nurbaya tengah berkunjung untuk melakukan monitoring iklim untuk mendukung pengendalian karhutla.

Baca Juga: Upaya Keluarkan Hutan Hujan Tropis Sumatera TNGL dari Daftar Dalam Bahaya UNESCO

Berdasarkan prediksi BMKG, setelah selama tiga tahun terakhir (2020, 2021, 2022) berlangsung La Nina dimana kondisi curah hujan di atas normal, tahun ini terdapat potensi penurunan curah hujan. Kondisi La Nina makin melemah dan transisi menuju kondisi netral. Dengan demikian, potensi terjadi peningkatan karhutla seperti yang terjadi pada 2019.

BMKG bersama BNPB, BPBD, TNI/Polri, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, pemerintah provinis, dan pemerintah kabupaten setempat terus berkoordinasi untuk menyiapkan berbagai langkah antisipasi dan persiapan. Juga peringatan dini menghadapi karhutla, termasuk menyiapkan skenario operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Baca Juga: Kolaborasi Teknologi dan Seni Hasilkan Kaki Buatan yang Fleksibel

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana HidrometeorologiBMKGkarhutlaKepala BMKG Dwikorita KarnawatiLa Ninalahan gambutmusim kemarau 2023

Editor

Next Post
Orangutan Laksmi dan bayinya yang bergelayut di dada kanan induknya. Foto ppid.menlhk.go.id.

Kabar Gembira, Laksmi Melahirkan Lagi dan Astuti Direhabilitasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media