Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bahan Bakar Nabati Dikembangkan untuk Kurangi Impor Bensin

Selasa, 10 Oktober 2023
A A
Menteri ESDM Arifin Tasrif pada acara 'Sustainability: Ethanol Talks'. Foto kemenparekraf.go.id.

Menteri ESDM Arifin Tasrif pada acara 'Sustainability: Ethanol Talks'. Foto kemenparekraf.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebagian besar kebutuhan domestik Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia berasal dari impor, terutama bensin. Ada peningkatan impor bensin dari sekitar 123 juta barel pada tahun 2015 menjadi 138 juta barel pada tahun 2022.

“Ketergantungan tinggi terhadap impor bahan bakar akan membahayakan ketahanan energi nasional,” jelas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada acara ‘Sustainability: Ethanol Talks’ yang diselenggarakan di Jakarta pada 9 Oktober 2023.

Mengingat konsumsi BBM Indonesia pada tahun 2022 mencapai lebih dari 1.100 Million Barrel Oil Equivalent (MBOE) atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2012. Sebab terjadi peningkatan konsumsi BBM di sektor industri dan transportasi.

Baca Juga: Peta Jalan Dekarbonisasi Jadi Acuan Pariwisata Indonesia Ramah Lingkungan

Salah satu upaya mengurangi ketergantungan impor minyak yang dilakukan Pemerintah adalah mengembangkan bahan bakar nabati (BBN). Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumber BBN yang besar.

Program biodiesel misalya, telah ditetapkan pada tahun 2008 dengan menerapkan campuran 2,5 persen. Kemudian ditingkatkan hingga Februari 2023 dengan menetapkan mandatori campuran Biodiesel mencapai 35 persen atau lazim disebut B35.

Implementasi program biofuel juga dimaksudkan untuk mengurangi emisi hingga 31,9 persen di bawah BAU (Business as Usual) pada tahun 2030. Serta untuk memenuhi target bauran energi sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan bakar minyakbahan bakar nabatibioetanolbiofuelimpor bensinMenteri ESDM Arifin Tasrif

Editor

Next Post
Guru Besar Teknik Kimia UGM, Prof. Chandra Wahyu Purnomo. Foto ugm.ac.id.

Chandra Wahyu: Industri Kimia Kurangi Minyak Bumi, Ganti Bahan Baku Terbarukan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media