Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Chandra Wahyu: Industri Kimia Kurangi Minyak Bumi, Ganti Bahan Baku Terbarukan

Bahan baku konvensional, seperti minyak bumi sudah saatnya diganti dalam beragam industri manufaktur. Beralih ke bahan baku ramah lingkungan.

Selasa, 10 Oktober 2023
A A
Guru Besar Teknik Kimia UGM, Prof. Chandra Wahyu Purnomo. Foto ugm.ac.id.

Guru Besar Teknik Kimia UGM, Prof. Chandra Wahyu Purnomo. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Industri kimia menjadi penyuplai bahan baku utama pada lebih dari 96 persen produksi produk manufaktur. Bahkan industri ini ditengarai sebagai penyumbang krisis iklim, polusi dan limbah plastik yang kini mengancam kesehatan manusia dan kelestarian alam. Tidak hanya itu, sejak tahun 2015, pertumbuhan permintaan bahan kimia dasar seperti etilena, propilena, metanol, benzena, paraksilena dan klorin sebesar 19,6 juta metrik ton per tahun dengan tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari 3 persen.

Ketergantungan pada bahan baku tunggal, teknologi infrastruktur terpusat dan padat modal harus dihindari untuk meminimalkan ketergantungan teknologi dan dampak negatif yang terkonsentrasi dan kumulatif. Caranya dengan mendistribusikan produksi masa depan dari industri kimia untuk memungkinkan pemakaian bahan baku lokal yang dapat diperbaharui.

“Industri kimia sudah saatnya secara signifikan mengurangi penggunaan bahan konvensional seperti minyak bumi sebagai bahan baku dalam produksi bahan kimia. Sembari membangun rantai pasok dari bahan baku berkelanjutan dan terbarukan,” kata Dosen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Chandra Wahyu Purnomo dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar dengan judul “Transformasi Industri Kimia menuju Pemanfaatan Material secara Berkelanjutan“ di Balai Senat Gedung Pusat UGM pada 10 Oktober 2023.

Baca Juga: Bahan Bakar Nabati Dikembangkan untuk Kurangi Impor Bensin

Chandra menyebutkan, produksi bahan kimia organik dan material turunannya telah mengkonsumsi 450 juta ton karbon setiap tahun yang sebagian besar masih bersumber dari minyak bumi. Ia mengusulkan industri kimia menggunakan bahan biomassa terbarukan.

“Menggunakan biomassa yang terbarukan sebagai bahan baku untuk memproduksi bahan kimia dalam siklus karbon tertutup dapat secara signifikan mengurangi emisi karbon dari industri,” tutur Chandra.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan baku terbarukanbahan daur ulangEmisi karbonGuru Besar Teknik Kimia UGM Prof. Chandra Wahyu Purnomoindustri kimia

Editor

Next Post
Hutan hujan tropis Sumatera di kawasan ekowisata Tangkahan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan bagian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Foto Dok Wanaloka.com.

Kerumitan Kelola Hutan untuk Pembangunan dan Penurunan Emisi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media